Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Makalah Konsep Dasar Bisnis Islam

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah–nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan pembuatan makalah Etika Bisnis Islam ini yang berjudul “Konsep Bisnis dan Tujuan Bisnis Islam” 

Kami menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca.untuk itu dengan segala kerendahan hati, kami mengharapkan kritik dan saran yang positif yang bersifat membangun demi perbaikan kami kedepan nya.

Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk kita dan untuk kelanjutan pertemuan dalam kuliah kita. Dan atas segala perhatiannya kami mengucapkan  terimakasih.

Baca Juga : Makalah macam macam riba
   

DAFTAR ISI 

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I     PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
  2. Rumusan Masalah
  3. Tujuan Penulisan Makalah

BAB II     PEMBAHASAN

  1. Konsep Dasar Bisnis Islam
  2. Maksud, Tujuan dan Orientasi Bisnis Islam
  3. Peran Manusia Dalam Bisnis
  4. Konsep Syariat dan Tata Nilai Dasar Bisnis Islam

BAB III PENUTUP

Kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA 

 

BAB I

PENDAHULUAN 

 

A. Latar Belakang

Disadari bahwa kondisi umat islam secara umum masih terpuruk dalam bidang perekonomian, termasuk di dalamnya dunia bisnis. Sementara itu, pengkajian keilmuan keislaman di Perguruan Tinggi, khususnya pada Perguruan Tinggi Islam, baik negeri maupun swasta belum banyak mengembangkan persoalan-persoalan realitas kehidupan empirik, khususnya menyangkut ekonomi dan bisnis dalam perspektif al-Qur’an.Padahal al-Qur’an sebagai sumber penggalian dan pengembangan ajaran Islam, berisi segala hal yang menyangkut tata nilai mengenai perilaku kehidupan manusia.

Sementara itu perkembangan dunia bisnis dan ekonomi telah berjalan cepat dalam dunianya sendiri, yang seringkali berjauhan dengan nilai-nilai moralitas dan agama, salah satu faktor utamanya disebabkan, bahwa perilaku ekonomi dan bisnis kebanyakan berada didunia yang asing dari nilai-nilai moralitas dan agama.sehingga dalam makalah ini kami akan membahas mengenai pemahaman konsep bisnis berdasarkan Al-qur’an.


B.  Perumusan Masalah

  1. Bagaimana konsep dasar bisnis Islam?
  2. Jelaskan maksud, tujuan dan orientasi bisnis Islam?
  3. Jelaskan peran manusia dalam bisnis?
  4. Jelaskan konsep syariat dan tata nilai dasar bisnis Islam?


C. Tujuan Penulisan

  1. Dapat memahami konsep dasar bisnis Islam
  2.  Dapat memahami maksud, tujuan dan orientasi bisnis Islam
  3. Dapat mengetahui peran manusia dalam bisnis
  4. Dapat memahami konsep syariat dan tata nilai dasar bisnis Islam



BAB II

PEMBAHASAN

A. Konsep Dasar Bisnis Islam 

Secara umum bisnis diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk memperoleh pendapatan atau penghasilan atau rezeki dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan hidupnya dengan cara mengelola sumber daya ekonomi secara efektif dan efisien.

Ketika islam diyakini sabagai suatu agama sekaligus suatu system, maka pertanyaan yang terkait dengannya adalah dapatkah islam memberikan tuntunan dalam beretika bisnis? Dengan adanya tuntunan tersebut diharapkan mampu memberikan nuansa bisnis yang islam.

Islam memiliki pedoman dalam mengarahkan umatnya untuk melaksanakan amalan.Pedoman tersebut adalah Al-Qur’an dan Sunnah Nabi. Sebagai sumber ajaran islam, setidaknya dapat menawarkan nilai-nilai dasar atau prinsip-prinsip umum yang penerapannya dalam bisnis disesuaikan dengan perkembangan zaman dan mempertimbangkan dimensi ruang dalam waktu. Islam seringkali dijadikan sebagai model tatanan kehidupan.Hal ini tentunya dapat dipakai untuk pengembangan lebih lanjut atas suatu tatanan kehidupan tersebut, termasuk tatanan kehidupan bisnis.

Al-Qur’an dalam mengajak manusia untuk mempercayai dan mengamalkan tuntutan-tuntutannya dalam segala aspek kehidupan seringkali menggunakan istilah-istilah yang dikenal dalam dunia bisnis, seperti  jual-beli, untung-rugi, dan sebagainya. Dalam konteks ini al-Qur’an menjanjikan dalam surat At Taubah : 111 yang berbunyi:

etika bisnis islam


Artinya:     “Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin harta dan jiwa mereka dan sebagai imbalannya mereka memperoleh surga. Siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) Allah maka bergembiralah dengan Jual-Beli yang kamu lakukan itu. Itulah kemenangan yang besar”.(QS At-Taubah :111)

Siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) Allah maka bergembiralah dengan jual-beli yang kamu lakukan.Dan itulah kemenangan yang besar. Pada ayat ini orang yang hanya bertujuan keuntungan semata dalam hidupnya, ditantang dengan tawaran suatu bursa yang tidak mengenal kerugian dan penipuan.

Bisnis merupakan kegiatan muamalah.Bisnis yang sehat adalah bisnis yang berlandaskan pada etika. Oleh karena itu, pelaku bisnis muslim hendaknya memiliki kerangka etika bisnis yang kuat, sehingga dapat mengantarkan aktivitas bisnis yang nyaman dan berkah.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam jual beli sehingga dapat membawa pada pola transaksi jual beli yang sehat dan menyenangkan.Oleh karena itu, tidaklah cukup mengetahui hukum jual beli tanpa adanya pengetahuan tentang konsep pelaksanaan transaksi jual beli tersebut.Sebenarnya, konsep yang penulis tawarkan tidaklah sulit melainkan konsep yang sering ditemui di kalangan masyarakat.Hanya saja, dalam hal ini, penulis ingin memperkenalkan konsep “JARAS” dalam transaksi jual beli yang mengacu pada Fiqh Islam.Hal ini dimaksudkan agar transaksi tersebut jauh dari perbuatan keji, kotor dan bahkan merugikan.

Banyak para penjual dan pembeli tidak menghiraukan konsep di atas padahal konsep tersebut merupakan awal untuk bangkit dan menguntungkan.Di samping itu, konsep tersebut juga merupakan komponen dalam konsep jual beli dalam fiqh Islam. Jika diperhatikan secara global, memang perilaku tersebut kelihatan remeh, tetapi sebaliknya, jika benar-benar diperhatikan, maka akan dapat membuat pola transaksi jual beli yang sehat, menyenangkan dan bahkan menguntungkan. 

Konsep Dasar Bisnis Islam tersebut adalah sebagai berikut:

1. Jujur

Baca juga : Makalah etika bisnis dalam islam

Sifat jujur merupakan sifat Rasulullah saw. yang patut ditiru. Rasulullah saw dalam berbisnis selalu mengedepankan sifat jujur. Beliau selalu menjelaskan kualitas sebenarnya dari barang yang dijual serta tidak pernah berbuat curang bahkan mempermainkan timbangan.Maka, latihlah kejujuran dalam pola transaksi jual beli karena kejujuran dapat membawa keberuntungan. Sebagaimana penjelasan dalam Hadits;

Artinya: Dari Abdullah bin Harits. Ia mengadu kepada Hakim bin Hazim ra. Dan beliau berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “penjual dan pembeli dapat melakukan khiyar (memilih) selagi belum berpisah atau sampai keduanya berpisah. Apabila keduanya telah setuju dan jelas maka jual belinya mendapatkan berkah.Dan apabila keduanya saling menekan dan berdusta maka dihapus keberkahan yang ada pada jual belinya (tidak mendapatkan keberkahan)”. (HR. Al-Bukhari)

2.       Amanah

Amanah dalam bahasa Indonesia adalah dapat dipercaya. Dalam transaksi jual beli, sifat amanah sangatlah diperlukan karena dengan amanah maka semua akan berjalan dengan lancar. Dengan sifat amanah, para penjual dan pembeli akan memiliki sifat tidak saling mencurigai bahkan tidak khawatir walau barangnya di tangan orang. Memulai bisnis biasanya atas dasar kepercayaan.Oleh karena itu, amanah adalah komponen penting dalam transaksi jual beli. Sebagaimana dalam Alquran:

etika bisnis dalam islam

3.       Ramah

Banyak orang yang susah untuk berperilaku ramah antar sesama. Sering kali bermuka masam ketika bertemu dengan orang atau bahkan memilah milih untuk berperilaku ramah.Padahal, ramah merupakan sifat terpuji yang dianjurkan oleh agama Islam untuk siapa saja dan kepada siapa saja.Dengan ramah, maka banyak orang yang suka, dengan ramah banyak pula orang yang senang.Karena sifat ramah merupakan bentuk aplikasi dari kerendahan hati seseorang.Murah hati, tidak merasa sombong, mau menghormati dan menyayangi merupakan inti dari sifat ramah.Oleh karena itu, bersikap ramahlah dalam transaksi jual beli karena dapat membuat konsumen senang sehingga betah atau bahkan merasa tentram jika bertransaksi.Sebagaimana keterangan dalam Hadits.

Artinya: Dari Jabir Bin Abdullah ra. Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: Allah swt akan mengasihi seseorang yang murah hati ketika menjual, membeli dan meminta. (HR. Al-Bukhari)

4.       Adil

Adil merupakan sifat Allah swt. Dan Rasulullah saw merupakan contoh sosok manusia yang berlaku adil. Dengan adil, tidak ada yang dirugikan.Bersikap tidak membeda-bedakan kepada semua konsumen merupakan salah satu bentuk aplikasi dari sifat adil. Oleh karena itu, bagi para penjual semestinya bersikap adil dalam transaksi jual beli karena akan berdampak kepada hasil jualannya. Para konsumen akan merasakan kenyamanan karena merasa tidak ada yang dilebihkan dan dikurangkan. Sebagaimana keterangan dalam Alquran surat An Nisa : 58  :

Artinya: “ Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu.Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha melihat.” ( QS. An Nissa : 58 )

5. Sabar

Sabar merupakan sikap terakhir ketika sudah berusaha dan bertawakal.Dalam jual beli, sifat sabar sangatlah diperlukan karena dapat membawa keberuntungan.Bagi penjual hendaklah bersabar atas semua sikap pembeli yang selalu menawar dan komplain.Hal ini dilakukan agar si pembeli merasa puas dan senang jika bertransaksi.Begitu pula dengan pembeli, sifat sabar harus ditanamkan jika ingin mendapatkan produk yang memiliki kualitas bagus plus harga murah dan tidak kena tipu. Sebagaimana keterangan dalam Alquran surat Ali Imran : 120  

Artinya: “Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan. “(QS. Ali Imran : 120)

Dari sudut pandang terminologis tentang bisnis, al-Qur’an mempunyai terma-Rekonstruksi Etika Bisnis: Perspektif Al-Qur’an terma yang mewakili apa yang dimaksud dengan bisnis itu adalah altijarah, Terma tijarah, berawal dari kata dasar t-j-r, tajara, tajran wa tijaratan, yang bermakna berdagang, berniaga. At-tijaratun walmutjar; perdagangan, perniagaan, attijariyy wal mutjariyy; mengenai perdagangan atau perniagaaan.  

Menurut ar-Raghib al-Asfahani dalam alMufradatfi gharib al-Qur’an, at-tijarah bermakna pengelolaan harta benda untuk mencari keuntungan.Demikian pula menurut Ibnu Arabi, yang dikutip ar-Raghib; fulanun tajirun bi kadza, berarti seseorang yang mahir dan cakap yang mengetahui arah dan tujuan yang diupayakan dalam usahanya.


A. Maksud, Tujuan dan Orientasi Bisnis Islam

Dalam surah al jumuah di katakan Artinya :“Hai orang-orang yang beriman apabila diseru untuk menunaikan sembahyang pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.Apabila telah ditunaikan sembahyang maka bertebarankah di muka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyaak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS. Al-Jumu’ah : 9-10)

Dalam firman Allah tersebut mengandung pengertian bahwa bisnis dilakukan dengan tidak mengesampingkan tujuan hakiki. Visi masa depan dalam berbisnis merupakan etika pertama dan utamayang digariskan Al-Qur’an, sehingga pelakunya tidak sekedar mencari keuntungann sementara yang akan segera habis, tetapi selalu berorientasi pada masa depan.

Dengan pernyataan di atas dapat diketahui maksud dilakukannya bisnis secara Islami, antara lain :

1. Mencari ridho Allah( mardlotillah )

Bisnis yang dilakukan dengan niat mendapat ridlo Allah, memiliki manfaat selain dalam hal ekonomi, tetapi juga non ekonomi dan non finansial dalam ikut serta memecahkan permasalahan sosial masyarakat.

2. Pleasure of Allah( memperoleh kesenangan Allah )

Dengan meyakini bahwa bisnis yang dilakukan direstui dan mendapatkan kesenangan dari-Nya, maka dapat diyakini pula kebenarannya sesuai aqidah Islam dengan harapan bahwa bisnis yang dilakukan mendatangkan kebahagiaan dan kesejahteraan dari Allah.

3. Mercy from Allah( mencari rahmat Allah )

Istilah rahmat diartikan sebagai karunia. Karunia dari Allah merupakan suatu kondisi kehidupan yang sangat menentramkan dan menyenangkan bagi perikehidupan muslim beriman serta menjadi dambaan oleh setiap manusia.

4. Mencari dan memperoleh pahala dari Allah

Keuntungan materi dan ekonomik bukan satu-satunya tujuan yang menjadi ujung tombak dalam meraih sukses. Tetapi lebih dari itu yang meliputi pahala Allah di dunia dan akhirat merupakan keuntungan yang utama

5. Berdimensi dunia dan akhirat

Bisnis yang dilakukan berkonotasi dengan persiapan kehidupan akhirat.Artinya lahan untuk beramal dan beribadah di dunia ini dengan bisnis yang dilakukan disadari sebagai lahan untuk bekal kehidupan akhirat.

6. Bermanfaat dan dibutuhkan bagi kemaslahatan umat manusia

Segala aktivitas dan kiprah bisnis di masyarakat diharapkan eksistensinya dibutuhkan masyarakat serta dapat memberikan kontribusi atas permasalahan kemanusiaan.

7. Mendatangkan berkah dan rezeki dari Allah bagi semua pihak

Bisnis dengan menjalin hubungan yang saling menguntungkan antar masyarakat dan pelaku bisnis maka dipastikan bahwa masing-masing pihak akan saling memberikan dukungan dan perlindungan yang dibutuhkan masing-masing pihak. 

Dengan demikian dapat mendatangkan berkah dari Allah bagi semua pihak.

Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam bisnis Islam, yaitu :

Baca juga : Makalah layanan jasa bank syariah

1. Target hasil : profit materi dan benefit non materi

Tujuan perusahaan harus tidak hanya mencari profit setinggi-tingginya, tetapi juga harus dapat memperoleh dan memberikan benefit nonmateri kepada internal perusahaan dan eksternal (lingkungan), seperti terciptanya suasana persaudaraan, kepedulian sosial dan sebagainya.
Benefit yang dimaksudkan tidaklah semata memberikan manfaatkebendaan, tetapi juga dapat bersifat non materi.

2. Pertumbuhan

Apabila profit materi dan non materi telah diraih sesuai target, perusahaahn akan mengupayakan pertumbuhan terus-menerus dari setiap profitnya itu. Upaya penumbuhan ini tentu dijalankan sesuai dengan aturan syariat.

3.      Keberlangsungan

Belum sempurna orientasi bisnis jika hanya berhenti pada pencapaian target hasil dan pertumbuhan. Sehingga perlu diupayakan agar target yang telah dicapai tersebut dijaga keberlangsungannya dalam kurun waktu lama.

4.      Keberkahan atau keridhoan Allah

Faktor keberkahan merupakan puncak kebahagiaan hidup manusia muslim. Bila ini tercapai, berarti telah terpenuhinya dua syarat diterimanya amal manusia, yakni adanya elemen niat ikhlas dan cara yang sesuai dengan syariat. Karenanya, para pengelola bisnis perlu mematok orientasi keberkahan yang dimaksud agar pencapaian di atas senantiasa berada dalam koridor syariat yang menjamin diraihnya keridhoan Allah SWT.

B.    Peran Manusia Dalam Bisnis

Elemen manusia merupakan inti dari bisnis.Bisnis membutuhkan orang sebagai pemilik, manajer, pekerja, dan konsumen. Manusia diperlukan dalam bisnis untuk memproduksi barang dan jasa yang menciptakan pekerjaan. Bisnis mungkin beroperasi secara berbeda dan tujuan bisnis mungkin berbeda, namun elemen universal juga merangkap sebagai manajer dari bisnis nya. 

Dalam konteks ini kita kenal istilah wirausaha (enterpreneur), yang merupakan orang mengambil risiko dengan mengorganisir dan mengelola bisnis serta menerima keuntungan dalam bentuk uang atau dalam bentuk lainnya.

Manajer merupakan orang yang menjalankan bisnis dan bertanggung jawab terhadap pemilik/perusahaan. Tipe manajer yang banyak dicari pemilik adalah yang mempunyai kemampuan/kemauan untuk mengelola aktivitas bisnis secara kompeten.

Pemilik adalah orang yang memiliki bisnis; yang menanamkan modal atau dan barangnya dalam bisnis tertentu dengan mengharapkan adanya pendapatan dalam bentuk keuntungan dari bisnis tersebut. Pemilik bisnis sering menghasilkan keuntungan, menumbuhkan perusahaan, mempertahankan hidup perusahaan dan memiliki tanggung jawab.

Pekerja menawarkan ketrampilan dan kemampuan yang diperlukan untuk menyediakan barang dan jasa serta untuk menghasilkan keuntungan.Dari ketrampilan dan kemampuan yang diberikannya, para pekerja mengharapkan menerima upah atau gaji yang berangsur-angsur meningkat jumlahnya.Perhatian bisnis terhadap pekerja merupakan tanggung jawab sosial dari perusahaan bisnis.

Konsumen adalah seseorang atau suatu perusahaan yang membeli barang atau jasa untuk digunakan secara pribadi dan organisasi.Konsumen selalu menginginkan produk dan jasa yang terbaik, membeli produk yang sesuai dengan harga yang harus dibayarnya, dan menginginkan produk yang dibelinya dapat diandalkan.


C.    Konsep Syariat dan Tata Nilai Dasar Bisnis Islam

Dalam melihat hubungan antara nilai-nilai syariah dengan perilaku pedang, disini penuliskan mengutip penjelasan dari Qardawi (1997). Secara rinci dijelaskan perilaku yang terkait dengan nilai-nilai di atas sebagai berikut :

1.    Larangan memperdagangkan barang yang haram

Perilaku yang muncul dari memahami nilai ini adalah pedagang tidak akan menjual barang-barang seperti psikotropika, barang kadaluarsa, barang-barang merusak atau berbahaya, media informasi yang mempromosikan ide-ide merusak, buku-buku/majalah yang berisikan pornografi, dan barang-barang yang diciptakan musuh-musuh Allah.

2.    Bersikap benar, amanah dan jujur

Perilaku yang muncul dari bersikap benar (shiddiqi) adalah tidak berbohong dalam mempromosikan harga dan penetapan harga, apalagi diiringi sumpah palsu.Diantara perilaku yang muncul dari sikap amanah (tanggung jawab) adalah menepati janji atau kontrak, menjelaskan ciri-ciri, kualitas, harga barang tanpa melebih-lebihkannya. Sementara perilaku yang akan muncul dari bersikap jujur adalah menjelaskan kekurangan-kekurangan barang dagangan yang dia ketahui, dan yang tidak terlihat oleh pembeli, tidak melipatgandakan harga dalam jual beli.

3.    Menegakkan keadilan dan mengharamkan bunga (riba)/ menghindari yang batil

Perilaku dari nilai ini diantaranya adalah tidak melakukan bai‟y gharar (jual beli yang mengandung ketidakjelasan), tidak bertransaksi dengan lembaga riba, menyempurnakan timbangan dan takaran, tidak melakukan penimbunan barang dengan tujuan mempermainkan harga, bersegera dalam membayar hutang kalau sudah tiba waktunya, melakukan pencatatan terhadap semua transaksi usaha, dan membayar gaji karyawan tepat waktu.

4.    Menerapkan kasih sayang dan mengharamkan monopoli

Di antara perilaku yang berhubungan dengan nilai ini adalah tidak menggusur pedagang lain, tidak monopoli, dan tidak menjelek-jelekkan bisnis orang lain.

5.    Menegakkan toleransi dan persaudaraan

Perilaku yang akan muncul adalah toleransi dalam penerimaan piutang/mengundurkan penagihan piutang (memberikan kelapangan kepada orang yang berhutang), mengeluarkan sedekah, dan tolong menolong dalam kebaikan. Selain itu tidak melakukan penipuan, seperti menonjolkan keunggulan barang tapi menyembunyikan cacatnya, melipatgandaka harga terhadap orang yang tidak mengetahui harga pasaran, dan menyonsong penjual.

6.    Berpegang pada prinsip bahwa perdagangan adalah bekal menuju akhirat

Perilaku yang berhubungan dengan nilai ini diantarnya adalah tidak bertransaksi pada waktu shalat jumat, tidak meninggalkan shalat/tidak melalaikan diri dari ibadah, niat yang lurus, selalu ingat kepada Allah dalam berdagang, mengukur waktu berdagang dan puas dengan keuntunganyang diperoleh, menghindari syubhat, dan membayarkan zakat.


BAB III

PENUTUP

A.    Kesimpulan

Bisnis adalah suatu kegiatan manusia dalam mengorganisasikan sumber daya untuk menghasilkan dan mendistribusikan barang dan jasa guna untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat, dengan tidak lepas dari nilai-niai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya 

Bisnis dengan segala macamnya terjadi dalam kehidupan manusia setiap hari secara luas. Banyaknya pelaku bisnis dan beragamnya motif dan orientasi bisnis serta semakin kompleksnya permasalahan bisnis, terkadang membuat pelaku bisnis terjebak untuk melakukan segala cara untuk mencapai tujuannya, apalagi jika tujuannya hanya untuk mencari laba dan keuntungan semata. Maka sering terjadi perbuatan negatif, yang akhirnya menjadi kebiasaan dalam prilaku bisnis.Jika demikian, maka tidak jarang bisnis diidentikkan dengan perbuatan yang kotor, karena terdapat perilaku bohong, khianat, ingkar janji, tipu menipu dan lain sebagainya.

Konsep dasar bisnis Islam memiliki pedoman dalam mengarahkan umatnya untuk melaksanakan amalan.Pedoman tersebut adalah Al-Qur’an dan Sunnah Nabi.Sebagai sumber ajaran Islam, setidaknya dapat menawarkan nilai-nilai dasar atau prinsip-prinsip umum yang penerapannya dalam bisnis disesuaikan dengan perkembangan zaman dan mempertimbangkan dimensi ruang dan waktu.

Maksud tujuan dan orientasi bisnis Islam ialah Target hasil, Pertumbuhan, Keberlangsungan, Keberkahan atau keridloan Allah.

B.    Saran

Dalam hal berbisnis selayaknya tidak hanya berorientasi pada keuntungan duniawi, akan tetapi juga harus memperhatikan orientasi akhirat. Jadi, dunia itu hanya sebagai lahan manusia untuk mencari kebahagiaan akhirat.

DAFTAR PUSTAKA

Al – Qur’anul Karim

Adiwarman Karim, Ekonomi Islam, Gema Insani pers, Jakarta

Al-Maraghi Mustafa, 1998, Tafsir AlMaraghi, pent. Bahrum dkk. Semarang.

Ismail Yusanto dan Karebet Wijayakusuma.2002.Menggagas Bisnis Islami.Jakarta:Gema Insani press.

Karim Adiwarman, 2002, Ekonomi Islam, Suatu Kajian Ekonomi Makro, Jakarta: IIIT Indonesia.

Muhammad Ismail Yusanto dan Muhammad Karebet Widjajakusuma, Menggagas Bisnis Islami, (Jakarta: Gema Insani Press, 2002)

Muhammad, Sistem dan Prosedur Operasional Bank Syari’ah, Yogyakarta UII Pers, 2000

Muhammad.2004.Etika Bisnis Islami.Yogyakarta:UPP AMP YKPN.

Shihab Quraish, “Etika Bisnis dalam Wawasan al-Qur’an”, Jurnal Ulumul Qur’an, No. 3/VII


Terimakasih telah membaca Makalah Konsep Dasar Bisnis Islam, untuk makalah makalah yang lain silahkan cari di kolom pencarian atau bisa hubungi kami untuk pembuatan artikel yang mungkin di web ini belum ada. salam sukses