Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Makalah Sosiologi Masyarakat Perikanan

Makalah Sosiologi Masyarakat Perikanan dengan judul Pengaruh Modernisasi Teknologi Penangkapan Ikan Terhadap Perubahan Struktur Sosial Ekonomi Nelayan ini kami susun dalam rangka memenuhi tugas akhir semester. Semoga bermanfaat

Makalah tentang Sosiologi Masyarakat Perikanan

 

Pengaruh Modernisasi Teknologi Penangkapan Ikan Terhadap Perubahan Struktur Sosial Ekonomi Nelayan




BAB I

PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang

Struktur sosial yang terbentuk dalam kehidupan nelayan dibangun oleh faktor-faktor yang kompleks. Faktor-faktor tersebut tidak hanya berkaitan dengan fluktuasi musim ikan, keterbatasan sumberdaya manusia, keterbatasan modal, serta jaringan perdagangan ikan yang eksploitatif, tetapi termasuk juga dampak negatif modernisasi perikanan. Kebijakan pemerintah baik berupa motorisasi, pengenalan alat tangkap modern, serta pemberian kredit usaha nampaknya belum mampu sepenuhnya mengatasi kesulitan sosial ekonomi masyarakat nelayan. Pada banyak kasus modernisasi perikanan, peningkatan pendapatan karena motorisasi dan inovasi alat tangkap hanya dinikmati sekelompok nelayan pemilik modal, sedangkan nelayan kecil tidak banyak yang mampu menikmati manfaat dari proses modernisasi tersebut.

Perubahan sosial dialami oleh setiap masyarakat yang pada dasarnya tidak dapat dipisahkan dengan perubahan kebudayaan masyarakat yang bersangkutan. Perubahan sosial dapat meliputi semua segi kehidupan masyarakat, yaitu perubahan dalam cara berpikir dan interaksi sesama warga menjadi semakin rasional; perubahan dalam sikap dan orientasi kehidupan ekonomi menjadi makin komersial; perubahan tata cara kerja sehari-hari yang makin ditandai dengan pembagian kerja pada spesialisasi kegiatan yang makin tajam; Perubahan dalam kelembagaan dan kepemimpinan masyarakat yang makin demokratis; perubahan dalam tata cara dan alat-alat kegiatan yang makin modern dan efisien dan lain sebagainya.

Dari beberapa pendapat ahli ilmu sosial yang dikutip, dapat disinkronkan pendapat mereka tentang perubahan sosial, yaitu suatu proses perubahan, modifikasi, atau penyesuaian-penyesuaian yang terjadi dalam pola hidup masyarakat, yang mencakup nilai-nilai budaya, pola perilaku kelompok masyarakat, hubungan-hubungan sosial ekonomi, serta kelembagaan-kelembagaan masyarakat, baik dalam aspek kehidupan material maupun nonmateri.

Perubahan sosial yang terjadi di masyarakat dapat diketahui dengan cara membandingkan keadaan masyarakat pada waktu tertentu dengan keadaan dimasa lampau. Perubahan yang terjadi dalam masyarakat akan menimbulkan ketidaksesuaian antara unsur-unsur yang ada dalam masyarakat. Sehingga akan mengubah struktur dan fungsi sosial masyarakat tersebut.

1.2    Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah di jabarkan, maka dapat di peroleh rumusan masalah sebagai berikut :

  1. Bagaimana struktur sosial ekonomi nelayan sebelum dan sesudah terjadi moderniasi teknologi penangkapan ikan?
  2. Apa pengaruh perkembangan teknologi penangkapan ikan pada kehidupan masyrakat nelayan?
  3. Bagaiman respon nelayan terhadap modernisasi teknologi penangkapan ikan?


1.3    Tujuan 

  • Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memberikan informasi mengenai pengaruh dari modernisasi teknologi penangkapan ikan terhadap kehidupan nelayan di Indonesia.

 

BAB II

PEMBAHASAN


2.1 Perubahan Struktur Sosial Ekonomi Nelayan 

 Penerapan teknologi modern dalam sistem produksi nelayan seiring pembangunan ekonomi mengimbaskan perubahan struktural. Ketidak sesuaian bentuk teknologi tangkap ikan (fishing gear technology) yang diaplikasikan nelayan ternyata merupakan sebab utama tidak optimalnya tingkat produksi ikan yang dieksplorasi. Selain itu, penempatan nelayan tradisional semata-mata sebagai obyek bantuan dan sasaran pembangunan karena tidak dilibatkan sepenuhnya dalam proses perencanaan pembangunan ditengah lingkup persaingan perebutan sumber daya perikanan yang semakin terbatas potensinya, turut pula sebagai penyumbang dilema terikatnya komunitas nelayan dalam lingkaran kemiskinan . Perkembangan teknologi memiliki efek terhadap dinamika ekonomi dan tingkat kesejahteraan nelayan, dan melahirkan dampak sosial ekonomi bagi masyarakat pantai. 

Teori moderninasi dan perubahan sosial dari aliran struktural fungsional dapat dijadikan sebagai kerangka untuk menjelaskan hubungan pilihan teknologi nelayan dengan perubahan struklur sosial ekonomi masyarakat pantai. pertama pilihan teknologi yang tepat oleh nelayan ternyata mampu meningkatkan pengetahuan nelayan tentang prasyarat teknologi yang diaplikasikan, serta merasionalkan nilai dan prilaku kerja nelayan dengan penerapan prinsip manajemen dalam proses produksi, kedua perubahan teknologi memiliki dampak sosial ekonomi diantaranya 

(a) melebarnya rentang kesenjangan ekonomi karena distribusi penghasilan yang timpang antara nelayan pemilik alat produksi dan nelayan non-pemilik, 

(b) dominasi kelompok nelayan pemilik dalam relasi kega melemahkan daya tawar (bargaining position) nelayan non-pemilik, karena tidak berfungsinya mekanisme pasar dan aturan bagi basil, serta belum eksisnya peran lembaga sosial ekonomi dalam jaringan pemasaran perikanan laut, 

(c) meningkatnya intensitas materialisme budaya dalam hubungan antar lapisan sosial masyarakat pantai, 

(d) bertambahnya kausal potensi konflik pada masyarakat pantai karena peningkatan kuantitas pengeksplorasi perairan tradisional berpotensi sebagai penyulut disintegrasi sosial akibat perebutan pangsa (domain) yang terbatas oleh sifat pertumbuhan sumber daya perikanan (aquatic resources) yang bersifat alamiah dan tak terekayasa (unrenewable), dan ketiga implikasi modernisasi alat produksi memperjelas fungsi-fungsi jaringan kelembagaan sosial ekonomi dalam memaksimalkan produktivitas pengadopsi teknologi.

Kehidupan nelayan terutama pada lapisan buruh dalam kegiatan penangkapan ikannya tergantung pada hubungan dengan juragan (pemiliki modal dan kapal). Hal itu dikarenakan kekurangan modal atau finansial yang memadai. Kekurangan modal tersebut semakin menambah beban, tantangan serta persaingan yang besar dalam rangka pemanfaatan sumberdaya laut. Disatu sisi nelayan buruh dengan kemampuan dan keterampilan menangkap ikan yang merupakan potensi, disisi lain tidak adanya modal adalah kendala, mengingat wilayah laut adalah wilayah terbuka yang dapat dimanfaatkan oleh siapa saja yang memiliki kemampuan untuk mengolah sumber daya alam yang ada di dalamnya dan berlakunya hukum alam, siapa kuat dia adalah raja.

2.2  Pengaruh Modernisasi Teknologi Terhadap Kehidupan Nelayan

Modernisasi perikanan ini berdampak pada kehidupan sosial nelayan maupun komunitas nelayan tersebut. Dampak tersebut adalah perubahan pola kerja dari penggunaan teknologi lama yang masih sederhana yaitu perahu dayung menjadi teknologi baru berupa perahu motor tempel yang lebih modern, efektif dan efisien. Efektifitas dan efisiensi modernisasi tersebut menimbulkan diferensiasi yakni munculnya unit-unit sosial baru yang berdampak pada perubahan struktur sosial masyarakat nelayan. Perubahan tersebut terjadi pada level nelayan maupun komunitas. Pada level nelayan, diferensiasi tersebut menimbulkan nelayan terstratifikasi dalam beberapa lapisan, misalnya nelayan pemilik kapal dan sebagainya. Perubahan lapisan nelayan tersebut jelas berdampak pada perubahan stratifikasi pada level komunitas sehingga struktur sosial berubah yang awalnya ascribed dan achieved status menjadi hanya achieved status saja.

Dilihat dari pola kerja berdasarkan dimensi waktu yang digunakan, perubahan yang terjadi sangat signifikan. Yang mana dengan menggunakan teknologi lama, pola kerja dengan daya jelajah yang lebih dekat, waktu melaut lebih singkat, jumlah pekerja lebih sedikit serta pembagian tugas tidak ada atau ada tetapi tidak jelas. Sedangkan penggunaan teknologi baru (modernisasi) pola kerja daya jelajah lebih jauh, waktu melaut lebih panjang, tenaga kerja lebih banyak dan pembagian tugas lebih jelas. Selain itu pembagian hasil juga lebih terorganisir, sehingga semakin baik teknologi penangkapan ikan yang digunakan maka semakin banyak hasil yang diperoleh dan hal itu berdampak pada semakin tingginya tingkat pendapatan nelayan.

Perubahan selanjutnya yang dialami oleh masyarakat nelayan adalah mulai tumbuhnya tingkat kesadaran akan kelestarian lingkungan alam dengan adanya gerakan sukarela menghijaukan kembali terumbu karang dan bakau, dengan adanya larangan untuk tidak melakukan penangkapan ikan menggunakan bom atau racun yang sangat membahayakan keberlangsungan ekosistem alam. Hal ini dilakukan guna menjaga kelestarian alam yang tentunya akan berimbas pada sumber daya perikanan pada daerah tempat nelayan mencari ikan.

2.3 Respon Nelayan Terhadap Modernisasi Teknologi Penangkapan Ikan

Modernisasi berupa alih teknologi kapal dan alat tangkap meberikan nilai positif pada makna laut untuk nelayan dengan status ponggawa lebih banyak pada makna ekonomis dan makna budaya. Tingginya persentase penilaian positif makna budaya menunjukan bahwa nelayan masih menempatkan laut dalam kerangka kepentingan nilai-nilai budaya yang sama pentingnya dengan kepentingan ekonomis. Kecenderungan terjadi bahwa Pengadopsi Cepat (PC) memiliki karakteristik yang lebih baik dibandingkan adopter yang lebih lambat. PC memiliki umur lebih muda, pengalaman lebih banyak pendapatan lebih tinggi serta pendidikan lebih lama dibanding katagori adopter lainnya. 

Pada pemaknaan laut, kebanyakan nelayan memberi makna ekonomi, psikologi dan budaya yang positif. Sedangkan pada makna pekerjaan nelayan kebanyakan responden memberi makna ekonomi, sosiologis, teologis dan budaya yang cenderung positif. Sementara untuk makna psikologis, sosiologis dan budaya memperlihatkan tidak ada perbedaan antara ketiga adopter dengan perkataan lain baik pengadopsi cepat, pengadopsi sedang maupun pengadopsi lambat memaknai laut dan pekerjaan nelayan positif baik aspek sosiologis, psikologis dan budaya. Selain itu nampaknya terdapat hubungan antara pemaknaan dengan kecepatan adopsi. Hubungan tersebut adalah semakin positif makna ekonomis maka adopsi inovasi semakin cepat. Sebaliknya semakin positif makna budaya kecenderungan adopsi cenderung semakin lambat

 

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan masalah yang telah dijabarkan maka dapat  diperoleh kesimpulan bahwa dengan adanya modernisasi perikanan membawa dampak pada berbagai segi kehidupan nelayan. Penggunaan setiap jenis sarana tersebut menimbulkan konsekuensi atau dampak berupa pola kerja, struktur sosial serta tingkat kesejahteraan nelayan.Perubahan sosial ditandai oleh timbulnya diferensiasi pekerjaan sebagai konsekuensi penggunaan mesin/motor maupun alat tangkap yang lebih modern. Berbagai posisi kerja menyebabkan nelayan terstratifikasi dalam berbagai jenis lapisan. Diferensiasi sosial nelayan tersebut menyebabkan perubahan struktur sosial dalam kehidupan nelayan. Pada sistem stratifikasi, pada konteks komunitas, dasar pelapisan berubah dari ascribed dan achieved status menjadi hanya berdasar achieved status.

 

DAFTAR PUSTAKA

Hamzah, A. 2012 . Transformasi Moda Produksi(Mode Of Production) Masyarakat  Pesisir. Agriplus, 22 (1) : 65-71

Saleha, Q. 2013 . Kajian Struktur Sosial Dalam Masyarakat Nelayan Di Pesisir Kota Balikpapan. Buletin PSP, 21 (1) : 67-75.

Sitorus, H. 2014. Teknologi Tangkap Ikan dan Perubahan Struktur Sosial Ekonomi Nelayan di Kecamatan Sibolga Kabupaten Tapanuli Tengah Sumatera Utara. [TESIS] Universitas Indonesia.

Susilo, E. 2010 . Kajian Struktur Sosial Masyarakat Nelayan Di Ekosistem Pesisir. Wacana, 13 (2) : 366-380

Utomo, T.W.W dan T.R. Hutauruk. 2013 . Transformasi Sosial Ekonomi Masyarakat Pesisir Dan Pedalaman Di Kalimantan; Mencari Sebuah Model Kebijakan Pembangunan Yang Memberdayakan. Pesisir, 12 (1) : 1-15