Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hubungan Nuansa Paikem Guru Dalam Proses Belajar Mengajar

 

Contoh Skripsi Hubungan Nuansa Paikem Guru Dalam Proses Belajar Mengajar Dan Fasilitas Belajar Dengan Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Pada Siswa SMA N 1 Muaro Jambi

 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Dalam kehidupan ini SDM manusia adalah hal yang utama. Maka dari itu Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan syarat mutlak untuk mencapai tujuan pembangunan. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia tersebut adalah dengan pendidikan. Tujuan pendidikan adalah seperangkat hasil pendidikan yang dicapai oleh peserta didik setelah diselenggarakannya kegiatan pendidikan. Seluruh kegiatan pendidikan, yakni bimbingan pengajaran dan latihan diarahkan untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut.

Dalam konteks ini, tujuan pendidikan merupakan komponen sistem pendidikan yang menempati kedudukan dan fungsi sentral (Hamalik,2003:3). Dengan demikian hasil belajar sangatlah penting untuk mengetahui apakah tujuan pendidikan sudah tercapai secara optimal

Tujuan pendidikan disusun secara bertingkat, mulai dari tujuan pendidikan yang sangat luas dan umum sampai ke tujuan pendidikan yang spesifik dan operasional, yaitu

  1. Tujuan Pendidikan Nasional
  2. Tujuan Institusional
  3. Tujuan Kurikulum
  4. Tujuan Pembelajaran.

 Pengertian belajar

Tujuan pendidikan dikatakan tercapai apabila hasil belajar siswa mengalami perkembangan dan peningkatan. Adapun yang dimaksud dengan belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan (Hamalik, 2003: 36). Sedangkan hasil belajar adalah hasil dari usaha belajar yang dilaksanakan siswa. Dalam pendidikan formal selalu diikuti pengukuran dan penilaian, demikian juga dalam proses kegiatan belajar mengajar, mengetahui hasil belajar dapat diketahui kedudukan siswa yang pandai, sedang atau lambat. Laporan hasil belajar siswa dapat dilihat dari hasil ulangan dan diserahkan dalam periode tertentu yaitu dalam bentuk raport.

Dalam usaha untuk mencapai suatu hasil belajar yang optimal dari proses belajar mengajar seorang siswa dihubungkan oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal yaitu faktor yang timbul dari dalam diri siswa itu sendiri diantaranya keadaan fisik, intelegensi, bakat, minat dan perhatian, keadaan emosi serta disiplin. Sedangkan faktor eksternal yaitu faktor yang timbul dari luar diri siswa diantaranya guru, teman, orang tua, fasilitas belajar dan lain-lain. Salah satu yang berhubungan dalam proses belajar mengajar adalah guru yang merupakan faktor eksternal sebagai penunjang pencapaian hasil belajar yang optimal.

Kesuksessan di dalam ilmu pendidikan dipengaruhi oleh dua hal yang paling utama, pertama adalah penguasaan ilmu (substansi materi) yang diberikan oleh pengajar kepada siswanya dan yang kedua adalah cara menyampaikan ilmu tersebut. 

Pendidikan yang sukses harus memenuhi kedua aspek di atas. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama teknologi informasi, menyebabkan arus informasi menjadi cepat dan tanpa batas. Hal ini berdampak langsung pada berbagai bidang kehidupan, tanpa kecuali bidang pendidikan di Indonesia khususnya. Lembaga pendidikan sebagai bagian dari sistem kehidupan telah berupaya mengembangkan struktur kurikulum, sistem pendidikan, dan metode pembelajaran yang efektif dan efisien untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas (Sudjatmiko,2003).

Untuk menghadapi perubahan tersebut dibutuhkan pendidikan yang memberikan kecakapan hidup (life skill), yaitu memberikan keterampilan dan keahlian dengan kompetensi tinggi. Dengan dimilikinya life skill diharapkan nantinya peserta didik dapat bertahan dalam suasana yang selalu akan berubah dan berkembang. Pendidikan merupakan kunci untuk semua kemajuan dan perkembangan yang berkualitas, sebab dengan pendidikan manusia dapat mewujudkan semua potensi dirinya baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. 

Berdasarkan hasil observasi dapat ditenggarai bahwa aspek proses dan hasil pembelajaran merupakan salah satu penyebab perlunya ditingkatkan mutu pendidikan. Kualitas proses dan hasil belajar mengajar yang rendah menunjukkan bahwa interaksi antara siswa dengan sumber belajar seperti dengan guru dan lingkungan, tidak berjalan efektif sehingga hasil belajar yang dicapai tidak optimal (Purwanti, 2004).

Oleh karena itu dalam proses pembelajaran diupayakan agar lingkungan belajar dapat mendukung berlangsungnya pembelajaran efektif dan berpusat pada siswa. Dalam rangka mewujudkan potensi diri menjadi multi kompetensi harus melewati proses pendidikan yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran. Berlangsungnya proses pembelajaran tidak terlepas dengan lingkungan sekitar. Sesungguhnya pembelajaran tidak terbatas pada tempat dinding kelas. 

Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan dalam artian bahwa potensi dan karakteristik wilayah/daerah akan digali dan dimanfaatkan oleh siswa sebagai sarana pembelajaran, dan selanjutnya akan menghapus kejenuhan dan menciptakan peserta didik untuk berkreasi berfikir. Berdasarkan teori belajar, melalui pendekatan lingkungan sekitar, pembelajaran menjadi bermakna.

Sikap verbalisme siswa terhadap penguasaan konsep dapat diminimalkan dan pemahaman siswa akan membekas dalam ingatannya. Dari proses pendidikan dan pembelajaran akhirnya akan bermuara pada lingkungan. Manfaat keberhasilan pembelajaran akan terasa manakala apa yang diperoleh dari pembelajaran dapat diaplikasikan dan diimplementasikan dalam realitas kehidupan. Inilah salah satu sisi positif yang melatarbelakangi pembelajaran dengan pendekatan lingkungan. 

Model pembelajaran dengan pendekatan lingkungan, bukan merupakan pendekatan pembelajaran yang baru, melainkan sudah dikenal dan populer, hanya saja sering terlupakan. Adapun yang dimaksud dengan pendekatan lingkungan adalah suatu strategi pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan dimana telah diketahui potensi dari suatu wilayah/daerah untuk dikembangkan sebagai sasaran belajar, sumber belajar, dan sarana belajar. Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah yang ada pada lingkungan dan untuk menanamkan sikap pada diri anak didik tersebut (Karli dan Yuliaritiningsih, 2002).

Salah satu strategi belajar yang sangat bagus di terapkan adalah model pembelajaran PAIKEM. PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif,  Efektif  dan  Menyenangkan. 

Di samping nuansa paikem guru dalam proses belajar mengajar, faktor ekstern yang berhubungan dengan hasil belajar siswa adalah fasilitas belajar. Mutu pendidikan yang dikembangkan agar tetap baik, maka perlu diadakan dan diciptakan suatu fasilitas yang dapat membantu dan mendorong hasil belajar siswa. 

Menurut The Liang Gie (2002:33) untuk belajar yang baik hendaknya tersedia fasilitas belajar yang memadai antara lain tempat belajar, alat, waktu dan lain-lain. Jadi pada prinsipnya fasilitas belajar adalah segala sesuatu yang memudahkan untuk belajar. Dengan tersedianya fasilitas yang memadai diharapkan siswa akan memperoleh hasil yang baik.

Berdasarkan paparan di atas mendorong keinginan penulis untuk mengungkapkan lebih lanjut tentang hubungan nuansa paikem guru dalam proses belajar mengajar dan fasilitas belajar dengan hasil belajar siswa mata pelajaran ekonomi dengan judul “Hubungan Nuansa Paikem Guru Dalam Proses Belajar Mengajar Dan Fasilitas Belajar Dengan Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Pada Siswa SMA N 1 Muaro Jambi’’

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Apakah terdapat hubungan antara nuansa paikem guru dalam proses belajar mengajar dengan hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas II jurusan IPS SMA N 1 Muaro Jambi ?
  2. Apakah terdapat hubungan antara fasilitas belajar dengan hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas II jurusan IPS SMA N 1 Muaro Jambi ?
  3. Apakah terdapat hubungan antara nuansa paikem guru dalam proses belajar mengajar dan fasilitas belajar secara bersama-sama dengan hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas II jurusan IPS SMA N 1 Muaro Jambi ?

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah:

  1. Untuk mengetahui hubungan antara nuansa paikem guru dalam proses belajar mengajar dengan hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas II jurusan IPS SMA N 1 Muaro Jambi.
  2. Untuk mengetahui hubungan antara fasilitas belajar dengan hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas II jurusan IPS SMA N 1 Muaro Jambi.
  3. Untuk mengetahui hubungan antara nuansa paikem guru dalam proses belajar mengajar dan fasilitas belajar secara bersama-sama dengan hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas II jurusan IPS SMA N 1 Muaro Jambi.

1.4 Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis

SMAN 1 Muaro Jambi sebagai sarana untuk menambah referensi dan bahan kajian dalam khasanah ilmu pengetahuan di bidang pendidikan dan untuk penelitian lanjutan mengenai hubungan nuansa paikem guru dalam proses belajar mengajar dan fasilitas belajar yang belum dikaji dalam penelitian ini.

2. Manfaat Praktis

a. Memberikan sumbangan bagi pihak sekolah dalam usaha meningkatkan hasil belajar siswa dengan memberikan informasi mengenai hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas II jurusan IPS dilihat dari sudut pandang nuansa paikem guru dalam proses belajar mengajar dan fasilitas belajar.

b. Guru SMAN 1 Muaro Jambi

Dapat memberikan informasi mengenai hubungan nuansa paikem guru dalam proses belajar mengajar dan fasilitas belajar dengan hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas II jurusan IPS SMAN 1 Muaro Jambi.

c. Siswa SMAN 1 Muaro Jambi

Dapat memberikan sumbangan bagi siswa dalam usaha meningkatkan hasil belajar mata pelajaran ekonomi dilihat dari sudut pandang nuansa paikem guru dalam proses belajar mengajar dan fasilitas belajar.

Tunggu update kami atau chat admin untuk membaca Hubungan Nuansa Paikem Guru Dalam Proses Belajar Mengajar Dan Fasilitas Belajar Dengan Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi BAB II

Terimakasih telah berkunjung ke web pintu dunia dan membaca Hubungan Nuansa Paikem Guru Dalam Proses Belajar Mengajar