Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Skripsi Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Volatilitas Harga Saham

 

SKRIPSI

Skripsi  Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Volatilitas Harga Saham Pada PT. Telkom Indonesia

 

PRODI MANAJEMEN KEUANGAN SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI

TAHUN AKADEMIK 2021

 

Agar anda tidak kesulitan dalam membaca Skripsi  Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Volatilitas Harga Saham Pada PT. Telkom Indonesia sebaik nya anda membaca sesuai BAB seperti di bawah ini :

Skripsi Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Volatilitas Harga Saham BAB I

Skripsi Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Volatilitas Harga Saham BAB III

Skripsi Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Volatilitas Harga Saham BAB V

 

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Kajian Pustaka

1. Pasar Modal  dan Pasar Modal Syariah

Pengertian pasar modal adalah tempat atau sarana bertemunya permintaan dan penawaran atas instrumen keuangan untuk jangka panjang, umumnya lebih dari 1 tahun. Menurut UUPM No.8 Tahun 1995 membuat definisi pasar modal adalah sebagai kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. 

Tujuan dan manfaat pasar modal dapat dilihat dari 3 sudut pandang, yaitu :

a. Sudut Pandang Negara

Pasar modal dibangun dengan maksud menggerakkan perekonomian suatu negara dan mengurangi beban negara. Negara memiliki kekuatan dan kekuasaan untuk membangun bidang perekonomian dan tidak harus memiliki perusahaan sendiri.

b. Sudut Pandang Emiten

Pasar modal merupakan sarana untuk mencari tambahan modal. Perusahaan berkepentingan untuk mendapatkan dana dengan biaya yang lebih murah dan hal itu hanya bisa diperoleh di pasar modal karena  pinjaman dalam bentuk obligasi jauh lebih murah daripada kredit jangka panjang perbankan. Perusahaan yang semula memiliki utang lebih tinggi daripada modal sendiri dapat berbalik memiliki modal sendiri lebih tinggi daripada utang apabila memasuki pasar modal. Jadi, pasar modal merupakan sarana untuk memperbaiki sistem permodalan perusahaan.

c. Sudut Pandang Masyarakat

Bagi masyarakat Pasar modal merupakan sarana yang baik untuk melakukan investasi dalam jumlah yang tidak terlalu besar bagi kebanyakan masyarakat. Jika pasar modal itu berjalan dengan baik, jujur, pertumbuhannya stabil dan harganya tidak terlalu bergejolak maka sarana itu akan mendatangkan kemakmuran masyarakat. Namun, dalam praktek nya pasar modal di Indonesia malah jatuh bangun dalam perkembangan nya, penipuan harga banyak terjadi dan banyaknya emiten yang dikeluarkan dari bursa (delisting) mencerminkan bahwa pasar modal tidak dikelola dengan baik. Pihak yang selalu dirugikan tidak lain adalah masyarakat kecil. Namun, kejadian yang mencoreng nama pasar modal itu merupakan praktik yang salah bukan gambaran idealis pasar modal itu sendiri. Cepat atau lambat setiap perusahaan publik yang tercatat di bursa efek akan melaksanakan manajemen secara baik dan profesional karena Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai penanggung jawab baik buruknya pasar modal akan terus menggiring perusahaan publik ke arah tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Di harapkan pasar modal menjadi salah satu solusi tambahan ke uangan masyarakat umum.

Pasar modal syariah atau prinsip syariah di pasar modal menurut peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah prinsip hukum Islam dalam kegiatan syariah di pasar modal berdasarkan fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), sepanjang fatwa dimaksud tidak bertentangan dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan lainnya yang didasarkan pada fatwa DSN-MUI.  Sama seperti industri keuangan lainnya, pasar modal syariah yang diterapkan di banyak negara saat ini adalah adaptasi dari konsep pasar modal konvensional yang disesuaikan dengan penerapan prinsip-prinsip Islam. 

Perbedaan yang paling menonjol mencakup kriteria saham syariah, penerapan akad dalam trasaksi syariah atau mekanisme transaksi yang memenuhi prinsip syariah. 

2. Saham

Pengertian Saham adalah bukti kepemilikan bagian modal pada perseroan terbatas. Pemegang saham akan mendapatkan bagian keuntungan yang disebut dividen jika perusahaan memperoleh keuntungan. dan sebaliknya, jika perusahaan memperoleh kerugian, maka investor tidak akan dapat dividen dan harga saham turun.

Investor yang memiliki saham suatu perusahaan berarti memiliki hak atas perusahaan tersebut. Hak-hak itu adalah hak atas keuntungan perusahaan atau yang disebut dividen, hak atas harta perusahaan karena pada dasarnya investor adalah pemilik perusahaan dan hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). 

Jenis jenis saham di tinjau dari beberapa sudut pandang

Ditinjau dari segi tagihnya, saham dapat dibagi menjadi 2, yaitu :

a. Saham Biasa (common stock)

Pemegang saham biasa tidak memiliki hak untuk didahulukan saat pembagian dividen oleh perusahaan. Meskipun demikian, pemegang saham memiliki hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan sahamnya mudah diperjual belikan di pasar sekunder.

b. Saham Preferen (preferred stock)

Pemegang saham preferen memiliki hak untuk di dahulukan dalam pembagian dividen oleh perusahaan namun tidak memiliki hak suara. Saham jenis ini cenderung lebih aman dari saham biasa karena ada hak untuk didahulukan dalam pembagian dividen. Namun, saham ini sulit diperjual belikan di pasar sekunder karena jumlahnya sedikit.

Bila ditinjau dari segi cara peralihan, maka saham dapaat dibagi 2, yaitu :

a. Saham Atas Unjuk (bearer stock)

Saham jenis ini tidak mencantumkan nama pemiliknya sehingga lebih mudah untuk dialihkan pada saat diperjual belikan dengan pihak lain.

b. Saham Atas Nama (registered stock)

Pada saham jenis ini, nama pemilik dicantumkan sehingga saat dialihkan dibutuhkan syarat dan prosedur tertentu.

 

3. Return Saham

Return dalam bahasa sehari-hari disebut dengan tingkat keuntungan atau kembalian modal (ma’ad). Return saham dibagi menjadi 2 jenis yaitu return ekspektasi (expected return) dan return realisasi (actualreturn). 

Return ekspektasi adalah return  yang diharapkan investor di masa mendatang. Perhitungan return ekspektasi dapat dirumuskan dengan formula berikut ini : 

E(Rit) = Rmt

Keterangan :

E(Rit) : tingkat keuntungan saham yang diharapkan pada hari t

Rmt : tingkat keuntungan pasar pada periode t

Return realisasi (actual return) adalah return saham historis yang didapat dari perhitungan selisih harga berdasarkan data riwayat perusahaan. Return ini digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan. Perhitungan return realisasi dapat dirumuskan dengan formula berikut ini :

Pit – Pit -1

Rit = Pit -1

Keterangan :

Pit    = harga saham i pada periode t

Rit      = return saham i pada periode t

Pit-1 = harga saham i  pada periode t-1

 

4. Inflasi dan pengertian inflasi

Sasaran tunggal inflasi tidak harus diartikan secara kaku sebagai hilangnya pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja sebagai sasaran kebijakan moneter. Alasan inflasi rendah dan stabil dapat menjamin pertumbuhan ekonomi lebih bersifat pembenaran teoritis dan kalaupun benar itu hanya perspektif jangka panjang yang tidak jelas kapan dan bagaimana dapat direalisasikan.

Inflasi di Indonesia bukan semata-mata fenomena moneter. Inflasi yang bersumber dan problem struktural di sektor riil (seperti pendistribusian barang yang bersifat oligopolis, faktor alam dan lainnya) masih memainkan peranan yang penting. 

Dalam siklus ekonomi masa lalu, bisnis bagus bersamaan dengan  kenaikan tingkat harga dan bisnis buruk diikuti oleh jatuhnya harga. Secara umum, inflasi kecil masih berguna bagi laba usaha. Pandangan ini tak bertentangan dengan sejarah 1950-1970 yang menunjukkan suatu kombinasi antara kenaikan kemakmuran dan kenaikan harga-harga secara umum. Namun, catatan numerik menunjukkan bahwa efek dari semua ini terhadap daya laba (earning power) modal saham biasa tidaklah banyak bahkan tak punya pengaruh untuk menjaga tingkat laba investasi. 

Barangkali kekuatan paling pentingnya antara lain kenaikan tingkat upah yang melebihi kenaikan produktivitas dan kenaikan kebutuhan modal baru dalam jumlah besar, sehingga mempersulit kenaikan rasio penjualan berbanding modal.  

 

5. Order Imbalance

Pengertian order imbalance adalah sinyal volume perdagangan yang menentukan arah pergerakan dan tekanan jual beli saham. Sinyal tersebut menunjukkan minat investor terhadap suatu saham tertentu dalam memperkirakan imbal hasil di masa depan.

Dari mana Order imbalance di peroleh? Order imbalance diperoleh dari perhitungan antara ask order dibagi dengan jumlah ask order dan bid order 


Pengertian Volatilitas Harga Saham

Volatilitas harga saham adalah pengukuran statistik harga saham selama periode tertentu.  Ukuran ini menunjukkan penurunan dan peningkatan harga dalam periode yang pendek dan tidak mengukur tingkat harga, namun derajat variasinya dari satu periode ke periode lain. Volatilitas mengacu pada jumlah ketidakpastian atau risiko perubahan nilai keamanan suatu sekuritas. 

Volatilitas yang tinggi berarti nilai suatu sekuritas berpotensi tersebar dikisaran yang lebih besar dari nilai keamanan suatu sekuritas, ini berarti bahwa price of the security dapat berubah secara drastis selama periode waktu yang singkat. Sedangkan volatilitas yang kecil berarti nilai suatu sekuritas tidak berfluktuasi secara drastis tetapi perubahan nilai terjadi secara stabil selama jangka waktu tertentu.

Seorang investor yang melakukan investasi dalam aset yang memiliki volatilitas tinggi akan cenderung menghadapi resiko lebih tinggi dibandingkan dengan investor yang memiliki volatilitas rendah. Volatilitas saham ditentukan oleh pergerakan naik turunnya harga saham yang terdapat di portofolio investor. 

Apa saja yang mempengaruhi pergerakan harga saham?

Secara umum Pergerakan saham dipengaruhi oleh faktor eksternal dan faktor internal. 

Faktor internal yang mempengaruhi volatilitas saham adalah sebagai berikut :

  1. Pengumuman tentang pemasaran, produksi dan laporan penjualan.
  2. Pengumuman pendanaan (financial announcement) seperti kesepakatan kredit, pemecahan saham dan leasing.
  3. Pengumuman manajemen direksi (board of director).
  4. Pengumuman akuisisi.
  5. Pengumuman investasi misalnya ekspansi pabrik.
  6. Pengumuman ketenagakerjaan sebagai contoh negoisasi kontrak baru
  7. Pengumuman laporan keuangan perusahaan.

 

Faktor eksternal yang mempengaruhi volatilitas saham adalah sebagai berikut :

  1. Pengumuman pemerintah tentang perubahan suku bunga deposito, inflasi dan kurva valuta asing.
  2. Pengumuman hukum seperti tuntutan karyawan terhadap perusahaan.
  3. Gejolak politik dalam negeri dan fluktuasi nilai tukar.
  4. Berbagai isu global seperti lingkungan hidup, hak asasi manusia dan krisis keuangan

 

Volatilitas dapat diperoleh dari perhitungan harga tertingi dan harga terendah suatu saham, sedangkan rumus volatilitas harga saham seperti berikut :


6. Signaling  Theory

Pengertian signaling theory adalah  tindakan yang diambil oleh manajemen perusahaan untuk memberikan petunjuk bagi investor mengenai prospek perusahaan. Berdasarkan pengertian tersebut teori sinyal (signalling theory) merupakan teori yang digunakan untuk memahami suatu tindakan oleh pihak manajemen dalam menyampaikan informasi kepada investor yang pada akhirnya dapat mengubah keputusan investor dalam melihat kondisi perusahaan.

Salah satu informasi yang dapat dijadikan sinyal adalah pengungkapan informasi yang dapat mempengaruhi naik atau turunnya harga sekuritas dari emiten tersebut.  Teori sinyal menekankan pentingnya informasi yang dikeluarkan oleh perusahaan terhadap keputusan investasi bagi investor.

Pada waktu informasi diumumkan dan semua pelaku pasar menerima informasi tersebut, maka pelaku pasar dapat memperkirakan apabila informasi yang diterima adalah sinyal yang baik (good news) maka volume perdagangan saham emiten tersebut mengalami perubahan yang meningkat begitupun sebaliknya. Pengumuman informasi sinyal yang baik mempunyai prospek yang baik di masa yang akan datang sehingga investor tertarik untuk melakukan transaksi jual-beli di pasar kemudian pasar akan bereaksi melalui perubahan dalam volume perdagangan saham. 

Reaksi dan Tanggapan para investor terhadap sinyal baik dan sinyal buruk sangat mempengaruhi kondisi pasar, mereka akan bereaksi menanggapi sinyal tersebut seperti memburu saham yang dijual atau melakukan tindakan wait and see menunggu moment yang pas.  Keputusan wait and see ini dilakukan untuk melihat perkembangan yang ada terlebih dahulu baru kemudian mengambil tindakan membeli atau tidak. Tindakan ini dilakukan untuk menghindari timbulnya resiko yang besar karena faktor pasar yang belum memberi keuntungan atau berpihak kepadanya.

Dengan demikian, hubungan antara publikasi informasi baik laporan keuangan, kondisi keuangan maupun sosial politik terhadap fluktuasi volume perdagangan saham dapat dilihat dalam efisiensi pasar. Model-model teori sinyal dikembangkan untuk mampu menjawab beberapa pertanyaan pokok yang berkaitan dengan kebijakan perusahaan seperti kebijakan dividen, keputusan struktur modal, penyajian atau pengungkapan informasi secara sukarela, penahanan kepemilikan manajerial dalam penawaran saham perdana, akuntansi nilai sekarang dan seleksi sukarela auditor.

B. Penelitian Terdahulu

Pengadaan penelitian ini tentunya tidak terlepas dari penelitian terdahulu, dengan tujuan untuk memperkuat hasil dari penelitian yang sedang dilakukan dan untuk membandingkan penelitian sebelumnya. Penelitian-penelitian terdahulu yang dijadikan acuan pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

Penelitian tentang volatilitas harga saham

1. Tara Widiarti S

(Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas Surabaya, 2018)

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Volatilitas Harga Saham Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Indeks LQ 45 

Hasil penelitian ini menujukkan bahwa volume perdagangan berpengaruh terhadap volatilitas harga saham, sedangkan dividen yield, dividen payout ratio, dan pertumbuhan aset tidak berpengaruh terhadap volatilitas harga saham.

2. Syarifah Nur Azura, Myrna Sofia, Nurhasanah

(Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Maritim Raja Ali Haji, 2018)

Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Volatilitas Harga Saham pada Perusahaan Manufaktur yang Tercatat di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2016

Hasil nya Ratio mempunyai pengaruh terhadap Volatilitas Harga Saham. Hasil penelitian secara simultan membuktikan bahwa seluruh variabel independen berpengaruh terhadap Volatilitas Harga Saham perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012-2016. 

3. Intan Pratiwi Yuliawati, 

(Institut Agama Islam Negeri Tulungagung,2017)

Pengaruh Volume Perdagangan Saham, Frekuensi Perdagangan Saham Dan Inflasi Terhadap Volatilitas Harga Saham Pada PT. Bank Panin Syariah Tbk Periode 2014-2016

Hasil pengujian hipotesis secara simultan bahwa volume perdagangan saham, frekuensi perdagangan saham dan inflasi berpengaruh signifikan terhadap volatilitas harga saham PT Bank Panin Syariah Tbk. 

4. Ferri Wardiansyah

(Universitas Maritim Raja Ali Haji, 2016)

Pengaruh Pertumbuhan Aset, Current Ratio, Return On Asset, Risiko Bisnis Dan Penghematan Pajak Terhadap Struktur Modal Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2010-2014

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Return on Asset dan Penghematan Pajak tidak berpengaruh terhadap Struktur Modal. Sedangkan  Pertumbuhan Aset, Current Ratio (CR) dan Risiko Bisnis berpengaruh signifikan terhadap struktur modal. Secara simultan Pertumbuhan Aset, Current Ratio, Return on Asset, Risiko Bisnis dan Penghematan Pajak berpengaruh terhadap struktur modal. 

5. Priskilla Theresia dan Erika Jimena Arylin

(STIE Trisakti, 2015)

Pengaruh dividen, ukuran perusahaan, hutang jangka panjang, earning volatility, pertumbuhan asset, trading volume, dan kepemilikan manajerial terhadap volatilitas harga saham

Pengujian hipotesis menggunakan regresi data panel yang menunjukkan bahwa dividen yield, dividend payout ratio, ukuran perusahaan, hutang jangka panjang, volatilitas laba,pertumbuhan asset, volume saham yang diperdagangkan, kepemilikan manajerial berpengaruh secara simultan terhadap volatilitas harga saham. Secara parsial hanya ukuran perusahaan yang berpengaruh terhadap volatilitas harga saham.

6. Naimatul Fauziah

(Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, 2013)

Analisis Pengaruh Volume Perdagangan, Inflasi, Dividend Yield Dan Dividend Payout Ratio Terhadap Volatilitas Harga Saham Perusahaan Yang Terdaftar Di LQ45

Dari hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial ada 2 variabel yaitu volume perdagangan dan inflasi berpengaruh signifikan positif terhadap volatilitas harga saham dan 1 variabel yaitu dividend payout ratio berpengaruh signifikan negatif terhadap volatilitas harga saham. 

Sedangkan, variabel dividend yield tidak berpengaruh terhadap volatilitas harga saham. Secara simultan variabel volume perdagangan, inflasi, dividend yield dan dividend payout ratio berpengaruh signifikan terhadap volatilitas harga saham. Hal ini dibuktikan dengan nilai sig-F 0,000 yang lebih kecil dari signifikansi 5%. Kemampuan prediksi dari keempat variabel tersebut terhadap volatilitas harga saham adalah sebesar 61,1% sebagaimana ditunjukkan oleh besarnya adjusted R2 sebesar 61,1%, sedangkan sisanya 38,9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan kedalam model penelitian. 

7. Kamal Nurul Iswandi

(Universitas Indonesia, Juni 2012)

Pengaruh Order Imbalance Terhadap Imbal Hasil Dan Volatilitas Harga Saham Teraktif Berdasarkan Volume Perdagangan Di Bursa Efek IndonesiaKuartal Kedua (April-Juni) Tahun 2011

Hasil uji menunjukkan bahwa order imbalance berkorelasi positif dan berpengaruh signifikan terhadap volatilitas harga saham. Ketidakseimbangan order jual/beli menyebabkan harga saham bergerak naik atau turun. Ketika order beli lebih besar daripada order jual saham, maka harga saham cenderung meningkat begitun sebaliknya. 

8. Wiedya Tri Sandrasari

(Universitas Sebelas Maret, 2010)

Analisis Pengaruh Volume Perdagangan, Frekuensi Perdagangan, Dan Order Imbalance Terhadap Volatilitas Harga Saham Pada Perusahaan Go Public Di Bursa Efek Indonesia

Hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel volume perdagangan dan frekuensi perdagangan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap volatilitas harga saham sedangkan untuk variabel order imbalance tidak menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap volatilitas harga saham. Selain itu, didapatkan bahwa frekuensi perdagangan dengan trade size sebagai variabel kontrol tidak memiliki pengaruh yang lebih dibandingkan volume perdagangan walaupun secara statistik, frekuensi perdagangan dengan trade size berpengaruh signifikan terhadap volatilitas harga saham, karena pengaruh ini dapat dilihat dari perbandingan nilai adjusted R2 pada frekuensi dengan trade size. 

 

C. Kerangka Pemikiran

Penelitian ini melibatkan tiga variabel yang terdiri atas dua variabel independen dan satu variabel dependen. Variabel independen dalam penelitian ini adalah volume perdagangan, frekuensi perdagangan dan inflasi, sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini adalah volatilitas harga saham pada PT. Telkom Indonesia, Tbk. Adapun kerangka konseptual pada penelitian ini dapat digambarkan seperti

 

 


Pengaruh volume perdagangan terhadap volatilitas harga saham

Volume perdagangan adalah banyaknya jumlah saham baik dari permintaan maupun penawaran saham di pasar modal dan pengaruhnya terhadap volatilitas harga saham didasari pada teori sinyal (signalling Theory) yaitu adanya informasi positif yang dihasilkan oleh volume perdagangan saham dan memberikan sinyal positif kepada penerima informasi (investor) mengenai perusahaan yang memiliki prospek baik di masa yang akan datang. Sehingga pasar bereaksi dan hal ini mampu merubah volume perdagangan saham perusahaan dan berdampak pada harga saham menjadi fluktuatif. 

Pengaruh frekuesi perdagangan terhadap volatilitas harga saham 

Frekuensi perdagangan yang tinggi menunjukkan tingginya minat investor terhadap saham tersebut sehingga meningkatnya jumlah permintaan saham. Meningkatnya frekuensi perdagangan menyebabkan interaksi pasar yang mengakibatkan harga saham bergerak naik atau turun sehingga menyebabkan volatilitas harga saham meningkat.

Pengaruh inflasi terhadap volatilitas harga saham 

Peningkatan tingkat inflasi akan menyebabkan kebijakan ekonomi yang lebih ketat dan akan membuat efek negatif terhadap harga saham. Efek negatif yang diterima oleh harga saham ini tentunya akan mendorong investor untuk menjual saham yang dimiliki, sehingga akan berakibat meningkatnya volatilitas harga saham.


Pengaruh order imbalance terhadap volatilitas harga saham 

Order imbalance  menjadi tolak ukur pergerakan harga saham. Tingkat order imbalance tinggi berpengaruh besar terhadap pergerakan harga yang diakibatkan oleh tekanan atas ketersediaan saham yang dimiliki. Tingkat order imbalance berpengaruh signifikan terhadap volatilitas harga saham sebagai akibat terjadinya kelebihan order jual/beli saham di Bursa Efek Indonesia.

D. Hipotesis Penelitian

Dari penjelasan kerangka pemikiran di atas, maka hipotesis penelitian yang diajukan sebagai jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut:

Ha1    = Terdapat pengaruh yang signifikan antara volume perdagangan terhadap     perilaku volatilitas harga saham PT. Telkom Indonesia, Tbk.

Ho1    = Tidak terdapat pengaruh antara volume perdagangan terhadap perilaku     volatilitas harga saham PT. Telkom Indonesia, Tbk.

Ha2     = Terdapat pengaruh antara frekuensi perdagangan    terhadap volatilitas     harga saham PT. Telkom Indonesia, Tbk.

Ho2    = Tidak terdapat pengaruh antara frekuensi perdagangan terhadap     volatilitas harga saham PT. Telkom Indonesia, Tbk.

Ha3 = Terdapat pengaruh antara inflasi terhadap volatilitas harga saham     PT. Telkom Indonesia, Tbk.

Ho3 = Tidak terdapat pengaruh antara inflasi terhadap volatilitasharga     saham PT. Telkom Indonesia, Tbk.

Ha4 = Terdapat pengaruh antara order imbalance terhadap volatilitas harga saham PT. Telkom Indonesia, Tbk.

Ho4 = Tidak terdapat pengaruh antara order imbalance terhadap volatilitas harga saham PT. Telkom Indonesia, Tbk.

Ha5 = Terdapat pengaruh antara volume perdagangan, frekuensi perdagangan, inflasi dan order imbalance terhadap volatilitas harga saham PT. Telkom Indonesia, Tbk.

Ho5    = Tidak terdapat pengaruh antara volume perdagangan, frekuensi perdagangan, inflasi dan order imbalance terhadap volatilitas harga saham PT. Telkom Indonesia, Tbk.

 

Terimakasih telah membaca Skripsi Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Volatilitas Harga Saham, silahkan cari contoh contoh skripsi lengkap di web pintu dunia ini pada kolom pencarian.