Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Laporan Praktikum Pemeriksaan Kualitas Udara

Laporan Praktikum Pemeriksaan Kualitas Udara ini kami susun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Keselamatan Dan Kesehatan Kerja. Semoga makalah Pemeriksaan Kualitas Udara di bawah ini bermanfaat bagi anda.



BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang masalah

Dalam kehidupan sehari hari kita sudah tidak asing lagi dengan istilah pencemaran. Hampir semua hal di dekat kita sudah tercemar, baik pencemaran tanah, pencemaran air dan juga pencemaran udara. Kita tau saat ini pencemaran udara ini sudah sangat luar biasa pesat. Salah satu penyebab pencemaran udara sekarang ini semakin meningkat tentu saja seiring meningkatnya pembangunan industri dan meningkatnya penggunaan kendaraan bermotor di Indonesia pada khusunya. 

Di wilayah perkotaan seperti di jakarta, bandung, Semarang dan sekitarnya yang begitu tinggi dengan aktivitasnya tentu sedikit banyak mempengaruhi kualitas udara lingkungan karena semakin tinggi pula aktivitas kendaran bermotor yang lalu lalang di jalan dan juga pabrik pabrik yang beroperasi.

Achmad (2004) menyatakan bahwa hasil buang kendaraan bermotor menghasilkan gas-gas yang dapat mengganggu kesehatan manusia seperti S02, N02, dan CO. 

Menurut JICA (1996), penyebab terbesar polusi adara adalah 70% dari kendaraan bermotor, 20% dari industri dan 10% dari pembakaran sampah.

Kita semua tentu paham jika Udara adalah salah satu komponen yang sangat penting dan dibutuhkan oleh makhluk hidup. Udara sangat dibutuhkan makhluk hidup terutama dalam proses pernapasan. Oleh karenanya, untuk bernapas dengan baik dibutuhkan udara dengan kualitas yang baik pula. Namun, tuntutan manusia dalam memenuhi kebutuhannya menyebabkan terjadinya penurunan kualitas udara. Hal ini disebabkan semakin meningkatnya jumlah kendaraan bermotor serta industri pabrik yang terus berkembang tiap hari nya.

Pencemaran udara terjadi jika komposisi zat-zat yg ada di udara melampaui ambang batas yang ditentukan. Adanya bahan-bahan kimia yang melampaui batas dapat membahayakan kesehatan manusia, mengganggu kehidupan hewan dan tumbuhan dan terganggunya iklim (cuaca) dengan aktivitas manusia serta kemajuan teknologi terutama akibat proses pembakaran bahan bakar di industri atau kendaraan bermotor, maka banyak gas-gas yang dihasilkan dan bercampur dengan udara sebagai zat pencemar.

Bahan kimia yang merupakan zat pencemar udara adalah karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), Nitrogen Dioksida (NO2), senyawa hidrokarbon, dan partikulat logam berat. 

Pada Laporan Praktikum Pemeriksaan Kualitas Udara maka penelitian ini praktikan menentukan konsentrasi Nitrogen Dioksida (NO 2) sebagai senyawa pencemar udara ambien dengan menggunakan metode Griess Saltzman.

Udara merupakan atmosfer yang berada di sekeliling bumi yang fungsinya sangat penting bagi kehidupan di bumi. Dalam udara terdapat oksigen (O2) untuk bernafas, karbondioksida untuk proses fotosintesis oleh klorofil daun dan ozon (O3) untuk menahan sinar ultraviolet. Udara mengandung sejumlah oksigen, merupakan komponen esensial bagi kehidupan, baik manusia maupun makhluk hidup lainnya.

Adanya pencemaran udara dapat menyebabkan perubahan susunan (komposisi) udara dari keadaan normalnya. Keberadaan zat atau bahan asing di dalam udara dalam jumlah tertentu serta berada di dalam udara dalam waktu yang cukup lama, akan dapat mengganggu kehidupan manusia, hewan maupun binatang. Perubahan kualitas udara ambien biasanya mencakup parameter-parameter secara fisik berupa partikel (debu, aerosol, timahhitam), gas (CO, NOx, SOx,HC) dan energi (suhu dan kebisingan).

Selain itu terdapat juga polutan penyebab efek gas rumah kaca, antara lain: Carbondioxide (CO2), Methane (CH4), dan Carbon monooxide (CO). Pengertian Oksidan merupakan senyawa yang memiliki sifat mengoksidasi, pengaruhnya terhadap kesehatan adalah mengganggu proses pernafasan dan dapat menyebabkan iritasi mata. Oksidan di udara meliputi ozon (lebih dari 90%), nitrogen dioksida, dan peroksiasetilnitrat (PAN). Karena sebagian besar oksidan adalah ozon, maka monitoring udara ambien dinyatakan sebagai kadar ozon.

1.2 Tujuan praktikum

  1. Untuk mengetahui peraturan yang terkait dengan parameter-parameter kualitas udara 
  2. Untuk mengetahui alat dan bahan dalam pengukuran kualitas udara
  3. Untuk mengetahui analisis hasil dari pengukuran kualitas udara

1.3. Manfaat Praktikum

Pada praktikum Pemeriksaan Kualitas Udara di harapkan:

  1. Diharapkan agar pembaca dapat mengerti peraturan terkait parameter - parameter kualitas udara, alat dan bahan dalam pengukuran kualitas udara serta dapat menganalisis mengenai pengukuran kualitas udara.
  2. Peneliti yang bersangkutan dapat memiliki pengalaman untuk memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar yang dapat diterapkan nantinya dalam kegiatan pembelajaran selanjutnya.
  3. Menambah wawasan dan pengetahuan bagi peneliti khususnya dan pembaca umumnya tentang pencemaran udara dan dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan sekitar. 
  4. Dapat memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai salah satu sumber pembelajaran yang membantu untuk lebih memahami mengenai kualitas udara. 
  5. Pembaca termotivasi dan terbantu dalam mengenal lingkungan sebagai salah satu sumber belajar dalam pembelajaran.
  6. Menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan khususnya tentang kualitas udara.