Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jenis Penelitian Berdasarkan Fungsinya

 


Penelitian atau metodologi penelitian pada dasarnya ada banyak sekali jenis nya. macam macam metodologi penelitian bervariasi tergantung dari sudut pandang mana anda melihat nya. Pada postingan kali ini kami mencoba menjelaskan Jenis jenis metodologi Penelitian Berdasarkan Fungsinya.

Jadi Jenis Penelitian Berdasarkan Fungsinya secara sederhana dapat kita bagi menjadi 3 yaitu:

  1. Penelitian Dasar
  2. Penelitian Terapan
  3. Penelitian Evaluatif

Pengertian Penelitian Dasar

Penelitian dasar  adalah  penelitian murni atau penelitian pokok yang diarahkan pada pengujian teori dengan hanya sedikit atau tanpa menghubungkan hasilnya untuk kepentingan praktik. Jadi dalam Penelitian dasar tidak diarahkan untuk memecahkan masalah – masalah sosial. 

Adapun hasil dari penelitian dasar ini sangat mempengaruhi kehidupan praktis setelah waktu periode tertentu, sebab pengetahuan baru secara tidak langsung akan mempengaruhi pemikiran dan persepsi orang, akibatnya bisa mempengaruhi atau tidak mempengaruhi perbuatan. 

Tujuan penelitian dasar

Apa tujuan dari penelitian dasar ini? Tujuan dari penelitian dasar adalah untuk menambah pengetahuan kita dengan prinsip – prinsip dasar dan hukum – hukum ilmiah serta dapat meningkatkan pencarian dan metodologi ilmiah.

Baca Jenis Penelitian Berdasarkan Tujuan nya

Penelitian dasar yang sering disebut sebagai basic research atau pure research dilakukan untuk memperluas batas-batas ilmu pengetahuan. Penelitian dasar ini tidak ditujukan secara langsung untuk mendapatkan pemecahan bagi suatu permasalahan khusus. Penelitian dasar dilakukan untuk memverifikasi teori yang sudah ada atau mengetahui lebih jauh tentang sebuah konsep. Hal pertama sekali yang harus dilakukan dalam penelitian dasar adalah pengujian konsep atau hipotesis awal dan kemudian pembuatan kajian lebih dalam serta kesimpulan tentang fenomena yang diamati. (wibisono, 2002: 4-5). 

Macam macam penelitian dasar

Penelitian dasar dibedakan atas pendekatan yang digunakan dalam pengembangan teori yaitu:

  • Penelitian deduktif, yaitu penelitian yang bertujuan menguji teori pada keadaan tertentu.
  • Penelitian induktif,yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan (generating) teori atau hipotesis melalui pengungkapan fakta.

Penelitian dasar  lebih  diarahkan untuk mengetahui, menjelaskan,  dan memprediksikan fenomena-fenomena alam dan sosial.  Hasil penelitian dasar mungkin belum  dapat  dimanfaatkan  secara  langsung  akan  tetapi sangat berguna untuk kehidupan yang lebih baik. Tujuan penelitian dasar adalah untuk  menambah pengetahuan dengan prinsip-prinsip dasar,  hukum-hukum ilmiah,  serta untuk  meningkatkan pencarian dan metodologi ilmiah (Sukmadinata, 2005).

Tingkat  generalisasi hasil penelitian dasar bersifat abstrak dan umum serta berlaku secara universal. Penelitian dasar tidak diarahkan untuk memecahkan masalah praktis akan tetapi prinsip-prinsip atau teori yang dihasilkannya dapat mendasari pemecahan masalah praktis. Dengan kata lain, hasil penelitian dasar dapat mempengaruhi kehidupan praktis.  

Contoh penelitian dasar yang terkait erat dengan bidang pendidikan adalah penelitian dalam bidang psikologi, misalnya penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi sikap dan perilaku manusia. 

Hasil penelitian tersebut sering digunakan sebagai landasan dalam pengembangan sikap untuk merubah perilaku melalui proses pembelajaran/pendidikan

Pengertian Penelitian Terapan

Pengertian Penelitian terapan adalah penelitian yang berhubungan dengan kenyataan – kenyataan praktis, penerapan dan pengembangan pengetahuan yang dihasilkan oleh  penelitian dasar dalam kehidupan nyata. 

Penelitian terapan berfungsi untuk menguji manfaat dari teori – teori ilmiah dan untuk mengetahui hubungan empiris dan analitis dalam bidang-bidang tertentu.Penelitian ini difokuskan pada pengetahuan teoritis dan praktis dalam bidang tertentu, bukan pengetahuan yang bersifat universal.Penelitian terapan mendorong penelitian lebih lanjut, menyarankan teori dan praktek baru serta mendorong pengembangan metodologi.

Perbedaan penelitian dasar dan penelitian terapan

Penelitian terapan berbeda dengan penelitian dasar, penelitian terapan dilakukan untuk menjawab pertanyaan tentang permasalahan yang khusus atau untuk membuat keputusan tentang suatu tindakan atau kebijakan khusus. Penggunaan metode ilmiah dalam penelitian terapan menjamin objektivitas dalam mengumpulkan fakta dan menguji ide kreatif bagi alternatif strategi bisnis. 

Penelitian terapan dibedakan atas:

Penelitian dan pengembangan, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan produk sehingga produk tersebut mempunyai kualitas yang lebih baik. 

Contohnya adalah penelitian pengembangan. Salah satu bidang penelitian yang kini banyak dilakukan oleh mahasiswa calon guru, dan praktisi pendidikan adalah penelitian pengembangan (research and development atau disingkat R&D). penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan sebuah produk yang akan digunakan dalam dunia pendidikan melalu proses yang ilmiah yang diakhiri dengan tahapan validasi. Perlu dicatat bahwa produk-produk yang dihasilkan melalui penelitian pengembangan tidak hanya berupa buku, film, atau bahan pembelajaran lainnya tetapi juga sampai kepada proses, model pembelajaran atau metode mengajar. Biasanya prosedur penelitian pengembangan juga berbentuk siklus agar produk pendidikan yang dihasilkan benar-benar bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan. Perbaikan-perbaikan produk pendidikan akan dilakukan di dalam tahapan-tahapan penelitian pengembangan sehingga dapat dihasilkan produk yang paling tidak mendekati ideal.

Jadi kita bisa dengan mudah membedakan penelitian pengembangan ini dari jenis penelitian pendidikan lainnya karena penelitian pengembangan memiliki 3 karakteristik utama, yaitu: (1) dihasilkannya sebuah produk untuk digunakan; (2) produk digunakan di lapangan (dalam praktek pendidikan); (3) selama penelitian berlangsung produk selalu divalidasi.

Agar lebih jelas lagi, marilah kita lihat beberapa bentuk produk pendidikan yang mungkin dikembangkan berdasarkan penelitian pendidikan oleh para produsennya:

(1) segala jenis media pembelajaran dalam bentuk media tercetak seperti buku-buku, bahan ajar, maupun media pembelajaran noncetak seperti CD pembelajaran audiovisual, kaset dan sebagainya.

(2) berbagai macam strategi dan model pembelajaran dalam berbagai jenis bidang studi, di mana ditunjukkan dalam bentuk langkah-langkah atau prosedur pembelajaran yang harus ditempuh sehingga dapat dicapai tujuan proses maupun hasil pembelajaran atau perbaikan pembelajaran.

(3) sistem perencanaan dan pengelolaan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan suatu lembaga pendidikan, atau peserta didik, atau tuntutan kurikulum.

(4) Sistem evaluasi pendidikan baik untuk evaluasi proses maupun evaluasi produk, sehingga dapat dimanfaatkan untuk beragam kegunaan seperti pelaporan dan pengambilan keputusan.

(5) prosedur penggunaan suatu fasilitas pendidikan seperti bengkel, workshop, atau laboratorium yang efektif.

Sifat penelitian pengembangan (research and development) yang tujuan utamanya adalah menghasilkan produk pendidikan dan pembelajaran menjadikannya sebagai penelitian yang tidak berhubungan dengan klarifikasi atau pengujian sebuah teori pendidikan, juga tentu saja penelitian pengembangan tidak akan menghasilkan sebuah teori baru, konsep, prinsip, dalil atau hukum. 

Jika anda ingin melaksanakan penelitian pengembangan maka  anda harus melalui prosesnya dari tahapan survei pendahuluan untuk kemudian dilanjutkan kepada tahapan pengembangan desain produk pendidikan yang ingin dikembangkan dan dihasilkan. Selanjutnya proses pengembangan dilakukan secara terus menerus dalam beberapa kali siklus dengan melibatkan penggunaan produk tersebut dilapangan sebagai bentuk uji coba. Seringkali metode action research (penelitian tindakan) akan dilibatkan untuk tujuan ini. Validasi juga dilakukan untuk menguji keandalan produk dengan melihat dari berbagai sisi.

Langkah-langkah atau prosedur penelitian pengembangan secara garis besar terdiri dari:

  • Melakukan riset dan pengumpulan informasi yang dapat dilakukan dengan melakukan pengamatan di dalam kelas yang mungkin membutuhkan produk tersebut, juga tentu dengan melakukan studi literatur.
  • Melakukan perencanaan penelitian pengembangan dengan cara melakukan perumusan tujuan penelitian pengembangan, penetapan sekuen pembelajaran hingga akhirnya melakukan pengujian produk pendidikan dalam skala terbatas.
  • Melakukan pengembangan produk awal.
  • Melakukan ujicoba terhadap produk awal yang telah dikembangkan tersebut di lapangan dengan melakukannya secara terbatas. Pengumpulan data uji coba produk dapat dilakukan melalui metode wawancara, observasi, hingga angket untuk kemudian dilakukan analisis sehingga ditemukanlah kelemahan-kelemahan produk awal tersebut.
  • Melakukan perbaikan dan revisi produk awal sehingga diperoleh penyempurnaan produk pendidikan tersebut.

Selanjutnya, kembali melakukan ujicoba di lapangan produk pendidikan yang telah direvisi tadi untuk skala yang lebih besar dari ujicoba awal. Data-data juga dikumpulkan dengan cara sebagaimana ujicoba lapangan pertama dilakukan.

  • Melakukan revisi produk untuk kedua kalinya berdasarkan data yang baru diperoleh.
  • Melakukan ujicoba untuk ketiga kalinya dalam skala yang lebih luas lagi dibanding ujicoba lapangan yang kedua untuk mengumpulkan data yang lebih banyak dengan menggunakan beragam teknik yang sesuai seperti angket, wawancara, dan observasi lalu kemudian menganalisisnya untuk memperoleh kelemahan-kelemahan yang mungkin masih ada dan dapat diperbaiki pada produk pendidikan yang ingin dihasilkan.
  • Melalukan revisi produk pendidikan tersebut untuk yang ketiga kalinya.
  • Membuat laporan (melakukan pelaporan) dan kemudian melakukan desiminasi produk pendidikan dan hasil penelitian pengembangan yang telah dilakukan.ch and development sehingga diharapkan produk pendidikan yang dihasilkan dari proses pengembangan tersebut benar-benar bermanfaat dan dapat mencapai tujuannya.

Penelitian tindakan, yaitu penelitian yang dilakukan untuk segera digunakan sebagai dasar tindakan pemecahan masalah. Contohnya adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan adalah suatu bentuk penelitian refleksi-diri yang dilakukan oleh para partisipan dalam situasi-situasi sosial (termasuk pendidikan) untuk memperbaiki praktek yang dilakukan sendiri. Dengan demikian akan diperoleh pemahaman mengenai praktek tersebut dan situasi di mana praktek tersebut dilaksanakan. 

Terdapat dua esensi penelitian tindakan yaitu perbaikan dan keterlibatan. Hal ini mengarahkan tujuan penelitian tindakan ke dalam tiga area yaitu: 

(1) Untuk memperbaiki praktek; 

(2) Untuk pengembangan profesional dalam arti meningkatkan pemahaman/kemampuan para praktisi terhadap praktek yang dilaksanakannya; 

(3) Untuk memperbaiki keadaan atau situasi di mana praktek tersebut dilaksanakan.

Penelitian tindakan bertujuan untuk mengungkap penyebab masalah dan sekaligus memberikan langkah pemecahan terhadap masalah. 

Langkah-langkah pokok yang ditempuh akan membentuk suatu siklus sampai dirasakannya ada suatu perbaikkan. 

Siklus pertama dan siklus-siklus berikutnya yaitu: 

(1) penetapan fokus masalah penelitian,

(2) perencanaan tindakan perbaikan, 

(3) pelaksanaan tindakan perbaikan, observasi dan interpretasi, 

(4) analisis dan refleksi, 

(5) perencanaan tindak lanjut. Mengingat besarnya manfaat penelitian tindakan dalam bidang pendidikan, uraian spesifik akan dijelaskan dalam materi tersendiri.

Penelitian terapan  atau  applied research  dilakukan  berkenaan dengan kenyataan-kenyataan praktis, penerapan,  dan pengembangan  ilmu pengetahuan yang dihasilkan oleh penelitian dasar dalam kehidupan nyata. 

Penelitian terapan berfungsi untuk mencari solusi tentang masalah-masalah tertentu. Tujuan utama penelitian terapan adalah pemecahan masalah sehingga hasil penelitian dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia baik secara individu  atau  kelompok maupun  untuk  keperluan industri atau  politikdan  bukan untuk wawasan keilmuan  semata  (Sukardi, 2003). Dengan kata lain penelitian terapan adalah  satu jenis  penelitian yang hasilnya dapat  secara langsung diterapkan untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi.

Penelitian ini menguji manfaat dari teori-teori ilmiah serta mengetahui hubungan empiris dan analisis dalam bidang-bidang tertentu.  Implikasi dari penelitian terapan dinyatakan dalam rumusan bersifat umum, bukan rekomendasi berupa tindakan langsung. Setelah sejumlah studi dipublikasikan dan dibicarakan dalam periode waktu tertentu, pengetahuan tersebut akan mempengaruhi cara berpikir dan persepsi para praktisi. 

Penelitian terapan lebih difokuskan pada pengetahuan teoretis dan praktis dalam bidang-bidang tertentu bukan pengetahuan yang bersifat universal misalnya bidang kedokteran, pendidikan, atau  teknologi.  Penelitian terapan mendorong penelitian lebih lanjut, menyarankan teori dan praktek baru serta pengembangan metodologi untuk kepentingan praktis.

Penelitian terapan dapat pula diartikan sebagai studi sistematik dengan tujuan menghasilkan tindakan aplikatif yang dapat dipraktekan bagi pemecahan masalah tertentu. Hasil penelitian terapan tidak perlu sebagai suatu penemuan baru tetapi meupakan aplikasi baru dari penelitian yang sudah ada (Nazir, 1985). Akhir-akhir ini, penelitian terapan telah berkembang dalam bentuk yang lebih khusus yaitu  penelitian kebijakan  (Majchrzak, 1984). Penelitian kebijakan  berawal  dari  permasalahan praktik dengan maksud memecahkan masalah-masalah sosial. Hasil penelitian  biasanya dimanfaatkan oleh pengambil kebijakan.

Pengertian Penelitian Evaluatif

Penelitian  evaluatif adalah penelitian yang difokuskan pada suatu kegiatan dalam suatu unit tertentu. Kegiatan ini dapat berbentuk  program, proses ataupun hasil kerja. Sedangkan unit dapat berupa tempat, organisasi, ataupun lembaga.Pelaksanaan penelitian evaluatif membutuhkan kemampuan komunikasi dengan berbahasa praktis sesuai dengan situasi yang diteliti, tetapi juga terfokus pada segi –segi yang berarti bagi para penentu kebijakan.Hasil dari penelitian evaluatif kurang bersifat generalisasi.Hal ini disebabkankarena evalusi lebih terkait dengan kegiatan yang berlangsung dalam unit tertentu.

Penelitian evaluatif pada dasarnya merupakan bagian dari penelitian terapan namun tujuannya dapat dibedakan dari penelitian terapan. Penelitian ini  dimaksudkan untuk mengukur keberhasilan  suatu program, produk atau kegiatan tertentu (Danim, 2000). Penelitian ini diarahkan untuk menilai keberhasilan manfaat, kegunaan, sumbangan dan kelayakan suatu program kegiatan dari suatu unit/  lembaga tertentu. 

Penelitian evaluatif dapat menambah pengetahuan tentang kegiatan dan dapat mendorong penelitian atau pengembangan lebih lanjut, serta membantu para pimpinan untuk menentukan kebijakan (Sukmadinata, 2005). Penelitian evaluatif  dapat dirancang untuk menjawab pertanyaan, menguji, atau membuktikan hipotesis. Makna evaluatif menunjuk pada kata kerja yang menjelaskan sifat suatu kegiatan, dan kata bendanya adalah evaluasi.

Penelitian evaluatif menjelaskan adanya kegiatan penelitian yang sifatnya mengevaluasi terhadap sesuatu objek, yang biasanya merupakan pelaksanaan dan rencana. Jadi yang dimaksud dengan penelitian evaluatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang apa yang terjadi,  yang merupakan kondisi nyata mengenai keterlaksanaan rencana yang memerlukan evaluasi. Melakukan evaluasi berarti menunjukkan kehati-hatian karena ingin mengetahui apakah implementasi program  yang  telah  direncanakan sudah berjalan dengan benar dan sekaligus memberikan hasil sesuai dengan harapan. Jika belum bagian mana yang belum sesuai serta apa yang menjadi penyebabnya.

Penelitian evaluatif memiliki dua kegiatan utama yaitu pengukuran atau pengambilan data dan membandingkan hasil pengukuran dan pengumpulan data dengan standar yang digunakan. Berdasarkan hasil perbandingan ini maka akan didapatkan  kesimpulan bahwa suatu kegiatan yang dilakukan itu layak atau tidak, relevan atau tidak, efisien dan efektif atau tidak. Atas dasar kegiatan tersebut,  penelitian evaluatif  dimaksudkan untuk membantu perencana dalam pelaksanaan program, penyempurnaan dan perubahan program, penentuan keputusan  atas  keberlanjutan atau penghentian program, menemukan fakta-fakta dukungan dan penolakan terhadap program, memberikan sumbangan dalam pemahaman  suatu program serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Lingkup penelitian evaluatif dalam  bidang  pendidikan  misalnya evaluasi  kurikulum, program pendidikan, pembelajaran, pendidik, siswa, organisasi dan manajemen.

Satu pengertian pokok yang terkandung dalam evaluasi adalah adanya standar, tolok ukur atau kriteria. Mengevaluasi  adalah melaksanakan upaya untuk mengumpulkan data mengenai kondisi nyata sesuatu hal, kemudian dibandingkan dengan kriteria agar dapat diketahui kesenjangan antara kondisi nyata dengan kriteria  (kondisi yang diharapkan). 

Penelitian evaluatif bukan sekedar  melakukan evaluasi pada umumnya. Penelitian evaluatif merupakan kegiatan evaluasi tetapi mengikuti kaidah-kaidah yang berlaku bagi sebuah penelitian, yaitu persyaratan keilmiahan, mengikuti sistematika dan metodologi secara benar  sehingga dapat  dipertanggung jawabkan. 

Ciri ciri penelitian evaluatif

Sejalan dengan  makna  tersebut, penelitian evaluatif  harus  memiliki ciri-ciri sebagai berikut (Arikunto, 2006):

  1. Proses kegiatan  penelitian tidak menyimpang dari  kaidah-kaidah yang berlaku bagi penelitian ilmiah pada umumnya.
  2. Dalam melaksanakan  evaluasi, peneliti berpikir sistemik yaitu memandang program yang diteliti sebagai sebuah kesatuan yang terdiri dan beberapa komponen atau unsur yang saling berkaitan antara satu sama lain dalam menunjang keberhasilan kinerja dan objek yang dievaluasi.
  3. Agar dapat mengetahui secara rinci kondisi dan objek yang dievaluasi, perlu adanya identifikasi komponen yang berkedudukan sebagai faktor penentu bagi keberhasilan program.
  4. Menggunakan standar, kriteria,  dan  tolok ukur  yang jelas untuk setiap indikator yang dievaluasi agar dapat diketahui dengan cermat keunggulan dan kelemahan program.
  5. Agar  informasi yang diperoleh dapat menggambarkan kondisi nyata secara rinci untuk mengetahui bagian mana  dari  program yang belum terlaksana, perlu ada identifikasi komponen yang dilanjutkan dengan identifikasi sub komponen, dan sampai pada indikator dan program yang dievaluasi.
  6. Dari hasil penelitian harus dapat disusun sebuah rekomendasi secara rinci dan akurat sehingga dapat ditentukan tindak lanjut secara tepat.
  7. Kesimpulan atau hasil penelitian digunakan sebagai masukan/rekomendasi bagi kebijakan atau rencana program yang telah ditentukan. Dengan kata lain, dalam melakukan kegiatan evaluasi program, peneliti harus berkiblat pada tujuan program kegiatan sebagai standar, kriteria, atau tolak ukur

 Tujuan penelitian evaluatif

Secara terperinci tujuan penelitian evaluatif adalah sebagai berikut: 

  1. Membantu perencanaan pelaksanaan program.
  2. Membantu dalam penentuan keputusan penyempurnaan atau perubahan program.
  3. Membantu dalam penentuan keputusan keberlanjutan atau penghentian program.
  4. Menemukan fakta-fakta dukungan atau penolakan terhdap program.
  5. Memberikan sumbangan dalam pemahaman proses psikologis, sosial dan politik dalam pelaksanaan program serta faktor yang mempengaruhi. (Sukmadinata, 200). 

Jadi tujuan utama dari penelitian evaluatif adalah sebagai penyedia informasi berkaitan dengan program-program pendidikan yang telah dilaksanakan. 

Penelitian evaluatif terbagi menjadi 2 yaitu evaluasi formatif dan evaluasi sumatif. 

1. Evaluasi formatif lebih diarahkan pada mengevaluasi proses dan ditujukan untuk menyempurnakan atau memperbaiki atau menyempurnakan program. Contoh dalam praktik pembelajaran adalah pelaksanaan ulangan harian atau ujian blok. 

2. Evaluasi sumatif lebih diarahkan pada mengevaluasi hasil, untuk menilai apakah program cukup efektif dan efisien sehingga diperoleh kesimpulan program tersebut dilanjutkan atau dihentikan

Terimakasih telah membaca Jenis jenis Penelitian Berdasarkan Fungsinya, semoga bermanfaat. Cari dikolom pencarian web pintu dunia untuk mencari tulisan kami yang lain nya. Salah hormat