Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Skripsi Pengaruh Infrastruktur Terhadap Ekonomi Masyarakat

Proposal Skripsi Jurusan Studi Ekonomi Syariah dengan judul Pengaruh Pembangunan Infrastruktur (Perbaikan Jalan) Di Desa Senyerang Terhadap Ekonomi Masyarakat Sekitar Dalam Ekonomi Islam ini saya susun dalam rangka Untuk memenuhi tugas mata kuliah Metode penelitian ekonomi dan bisnis islam. Semoga contoh skripsi FEBI ini bisa bermanfaat bagi anda.

BAB 1

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Saat ini pembangunan Infrastruktur adalah hal yang sangat di prioritaskan dalam setiap membuat anggaran baik anggaran pusat, daerah, maupun anggaran desa. Infrastruktur merupakan hal nyata yang bisa dirasakan dan dilihat langsung oleh seluruh lapisan masyarakat, misal nya pembuatan jalan, gedung atau jembatan. 

The World Bank memberikan batasan infrastruktur dan membagi atau menggolongkan infrastruktur dibedakan menjadi beberapa kategori, yaitu infrastruktur ekonomi, sosial dan institusi. 

Infrastruktur ekonomi merupakan aset fisik yang diperlukan untuk menunjang aktivitas ekonomi baik dalam produksi maupun konsumsi final, meliputi public utilities (tenaga, telekomunikasi, air minum, sanitasi dan gas), public work (jalan, bendungan, kanal, saluran irigasi dan drainase) serta sektor transportasi (jalan, rel kereta api, angkutan pelabuhan, lapangan terbang dan sebagainya). 

Infrastruktur sosial, merupakan aset yang mendukung kesehatan dan keahlian masyarakat, meliputi pendidikan (sekolah dan perpustakaan), kesehatan (rumah sakit dan pusat kesehatan), perumahan dan rekreasi (taman, museum dan lain-lain). 

Terakhir adalah Infrastruktur administrasi/institusi, meliputi penegakan hukum, kontrol administrasi dan koordinasi serta kebudayaan.

Pembangunan Infrastruktur ini pada konsep nya harus selaras dengan pembangunan ekonomi, karena mau tak mau ketika ekonomi dibangun maka infrastruktur juga harus dibangun. infrastruktur merupakan salah satu upaya mempercepat akses dari pada pembangunan ekonomi.

Pengertian Pembangunan ekonomi adalah suatu proses yang menyebabkan pendapatan perkapita suatu Negara meningkat secara berkelanjutan dalam jangka panjang. Pembangunan ekonomi meliputi berbagai aspek perubahan dalam kegiatan ekonomi, maka ukuran taraf pembangunan ekonomi yang dicapai suatu Negara tidak mudah diukur secara kuantitatif. Berbagai jenis data perlu dikemukakan untuk menunjukkan prestasi pembangunan yang dicapai suatu Negara. 

Pengertian Fenomena Ekonomi adalah gejala dari cara bagaimana orang atau masyarakat memenuhi kebutuhan hidup mereka terhadap jasa dan barang langka. Cara yang dimaksud disini yaitu semua aktivitas orang dan masyarakat yang berhubungan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi jasa-jasa dan barang-barang langka.

Pengertian Dasar sosial ekonomi adalah sebuah kajian yang mempelajari hubungan antar masyarakat, yang didalamnya terjadi interaksi sosial dengan ekonomi. Dalam hubungan tersebut, dapat dilihat bagaimana masyarakat mempengaruhi ekonomi. Juga sebaliknya, bagaimana ekonomi mempengaruhi masyarakat.

Hasil pembangunan ekonomi Indonesia dilihat melalui pertumbuhan dan struktur perekonomian Indonesia yang terbentuk, sedangkan dampak dari pembangunan dilihat melalui besarnya hutang, tingginya pengangguran dan kemiskinan yang merupakan ironi dari tujuan sistem ekonomi yakni menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan yang ingin di capai masyarakat Indonesia.

Desa senyerang sebagai desa yang sedang berkembang dari keadaan masyarakat tradisional menuju keadaan yang lebih baik. Pembangunan merupakan satu hal yang penting bagi berkembangnya sebuah kecamatan. Pembangunan merupakan suatu proses perencanaan sosial yang dilakukan oleh pemerintah yang bertujuan untuk menciptakan perubahan sosial pada masyarakat sehingga dapat meningktkan kesejahteraan bagi masyarakat. Perkembangan desa merupakan proses terjadinya perubahan sosial dalam masyarakat. 

Menurut Agus Salim, perubahan sosial yang terjadi didalam masyarakat mencakup tiga struktur. Perubahan tersebut diawali dengan perubahan pada struktur ekonomi, kemudian diikuti dengan perubahan pada struktur sosial dan yang terakhir perubahan dalam struktur kultural atau stuktur idiologi. Setiap manusia selama hidup pasti mengalami perubahan-perubahan, yang dapat berupa perubahan yang tidak menarik dalam arti kurang mencolok maupun perubahan ke arah yang lebih cocok.

Ada juga perubahan-perubahan yang pengaruhnya terbatas maupun yang luas, serta ada pula perubahan yang lambat sekali, tetapi ada juga yang berjalan dengan cepat. Perubahan-perubahan tersebut mencakup seluruh aspek kehidupan masyarakat. Terwujudnya pembangunan jalan di pusat kecamatan, juga akan berpengaruh di kehidupan masyarakat di wilayah tersebut, pengaruh itu akan membawa perubahan pada masyarakat tersebut, pembangunan yang mengarah kepada perbaikan infrastruktur di desa telah meningkatkan segala aspek kegiatan masyarakat. Pembangunan merupakan upaya terencana dan terprogram yang dilakukan secara terus menerus oleh suatu pemerintah untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik, dan hal ini merupakan proses dinamis untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. 

Pembangunan jalan merupakan salah satu yang sedang gencar-gencarnya dilakukan oleh pemerintah kabupaten guna guna memudahkan masyarakat melakukan kegiatan ekonomi yang semakin berkembang setiap harinya. Semakin baiknya infrastruktur (jalan)  maka semakin mudah pula ruang gerak bagi masyarakat untuk melintasi jalan tersebut. Dengan pembangunan infrastruktur jalan yang bagus maka ekonomi akan berjalan dengan mudah karena mobilitas barang dan keperluan bisa berjalan tanpa hambatan. Maka, Tidak dapat dipungkuri bahwa secara langsung maupun tidak langsung pembangunan jalan ini mempengaruhi perekonomian warga masyarakat. Seperti adanya pembangunan jalan di desa senyerang yang memudahkan para petani menjual dan membeli hasil perkebunan langsung kepada pabrik sehingga harga yang didapatkan akan lebih maksimal  dan dapat mensejahterakan masyarakat didesa senyerang.

Kondisi ekonomi masyarakat di Desa Senyerang sangat bervariasi mulai dari petani kelapa, kelapa sawit, karet, dan pinang. Umumnya petani  di sana mengeluarkan modal yang besar untuk transportasi ke kota karena kondisi jalan desa yang kurang bagus. Petani memberikan andil yang cukup besar dalam sosial ekonomi masyarakat. Hal ini karena pembangunan infrastruktur (perbaikan jalan) sebagian besar aktivitas kegiatan petani dihabiskan di lokasi pembangunan infrastruktur tersebut. Masyarakat besyukur karena pendapatannya yang kini semakin meningkat disebabkan akibat pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten yang menciptakan kondisi yang menguntungkan  bagi para petani.  

Atas dasar fenomena yang terjadi di lapangan dan untuk mengetahui lebih mendalam mengenai perubahan sosial ekonomi masyarakat yang diakibatkan oleh adanya pembangunan infrastruktur, maka peneliti mengambil judul sebagai berikut “Pengaruh Pembangunan Infrastruktur (Perbaikan Jalan) di Desa Senyerang Terhadap Keadaan Ekonomi Masyarakat Sekitar Dalam Ekonomi Islam”.

B. RUMUSAN MASALAH 

Berdasarkan latar belakang yang telah di paparkan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:  

  1. Bagaimana Pengaruh Pembangunan Infrastruktur (Perbaikan Jalan) di desa senyerang terhadap  ekonomi masyarakat sekitar?

  2. Bagaimana  pengaruh pembangunan infrastruktur (perbaikan jalan) di desa senyerang terhadap ekonomi masyarakat sekitar dalam ekonomi islam?

C. TUJUAN PENELITIAN

Sesuai dengan rumusan masalah di atas, penelitian yang berhubungan dengan “Pengaruh Pembangunan Infrastruktur (Perbaikan Jalan) di desa senyerang Terhadap Ekonomi Masyarakat Sekitar Dalam Ekonomi Islam” mempunyai tujuan yaitu Untuk mengetahui  Pengaruh Pembangunan Infrastruktur (Perbaikan Jalan) Di Desa Senyerang Terhadap Ekonomi Masyarakat Sekitar Dalam Ekonomi Islam. 

D. BATASAN MASALAH

Berdasarkan permasalahan diatas maka perlu pembatasan untuk memfokuskan pembahasan, maka penelitian ini dibatasi dengan mengkaji infrastruktur (perbaikan jalan) terhadap perekonomian masyarakat sekitar dalam ekonomi islam.

E. MANFAAT PENELITIAN

Dalam sebuah penelitian pastinya ada manfaat yang di torehkan dalam penelitian tersebut. Manfaat tersebut bisa bersifat teoritis dan praktis. Namun bagi penelitian yang bersifat kualitatif, manfaat penelitian lebih bersifat teoritis, yaitu untuk pengembangan ilmu, namun juga tidak menolak manfaat praktisnya untuk memecahkan masalah. Bila peneliti kualitatif dapat menemukan teori, maka akan berguna untuk menjelaskan, memprediksikan dan mengendalikan sesuatu gejala.

Ada beberapa manfaat dari penelitian ini antara lain: 

1. Secara Teoritis  

Manfaat ini adalah untuk memperkaya khazanah ilmu pengetahuan, wawasan, serta informasi terhadap kajian, khususnya dalam memperkaya kajian tentang perubahan sosial ekonomi masyarakat karena adanya pembangunan infrastruktur jalan.

2. Secara Praktis  

Penelitian ini diharapkan bisa dijadikan sember modul atau bahan bacaan tambahan bagi masyarakat, agar menambah wawasan tentang perubahan sosial ekonomi masyarakat karena adanya pembangunan infrastruktur jalan dan agar mereka mengetahui bentuk-bentuk perubahan sosial ekonomi yang ada dalam masyarakat.

BAB II

LANDASAN TEORI


A.    PEMBANGUNAN

1. Pengertian dan Makna Pembangunan

Secara bahasa, istilah pembangunan berasal dari kalimat bangun; bangkit, berdiri yang kata derivasi dari bangun yaitu membangun atau pembangunan yang berarti membina, membuat, mendirikan, memperbaiki; membuat supaya maju dan berkembang.Pengertian pembangunan dapat dijelaskan dengan menggunakan dua pandangan yang berbeda, yaitu tradisional dan modern. Istilah pembangunan secara tradisional diartikan sebagai fenomena ekonomi yang diukur berdasarkan tingkat GNP (GrossNationalProduct). 

Pandangan Modern (Baru) pembangunan di pandang sebagai suatu proses multi dimensional yang mencakup berbagai perubahan mendasar atas struktur sosial, sikap masyarakat dan institusi-institusi nasional disamping tetap mengejar pertumbuhan ekonomi, penanganan ketimpangan pendapatan, serta pengentasan kemiskinan. Pengertian ini menjelaskan bahwa pembangunan itu harus mencerminkan perubahan total suatu masyarakat atau penyesuaian sistem sosial secara keseluruhan, tanpa mengabaikan keragaman kebutuhan dasar dan keinginan individual maupun kelompok-kelompok sosial yang ada di dalamnya, untuk bergerak maju menuju suatu kondisi kehidupan serba lebih baik, secara material maupun spiritual.

Pembangunan adalah proses perubahan sistem yang di rencanakan kearah perbaikan yang orientasinya pada modernis pembangunan dan kemajuan sosial ekonomis. Konsep pembangunan itu merupakan kunci pembuka bagi pengertian baru tentang hakekat fungsi administrasi pada setiap negara dan sifat dinamis. Pembangunan akan dapat berjalan lancar, apabila disertai dengan admnistrasi yang baik. 

Sedangkan menurut sondang P.Siagian pembangunan merupakan suatu rangkaian usaha untuk mewujudkan pertumbuhan dan perubahan secara terencana serta sadar, yang di tempuh oleh suatu negara menuju modernitas dalam rangka pembinaan bangsa.

Keberhasilan pembangunan ekonomi suatu Negara ditunjukkan oleh tiga nilai pokok yaitu: 

  1. Berkembangnya kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokoknya (substance)
  2. Meningkatnya rasa harga diri (self-esteem) masyarakat sebagai manusia
  3. Meningkatnya kemampuan masyarakat untuk memilih (freedom fromservitude) yang merupakan salah satu dari hak asasi manusia.

Akhirnya disadari bahwa definisi pembangunan itu sangat luas bukan hanya sekedar bagaimana meningkatkan GNP pertahun saja. Pembangunan ekonomi itu bersifat multidimensi yang mencakup berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat, bukan hanya salah satu aspek (ekonomi) saja. Pembangunan ekonomi dapat didefinisikan sebagai setiap kegiatan yang dilakukan suatu Negara dalam rangka mengembangkan kegiatan ekonomi dan taraf hidup masyarakatnya. 

Dengan adanya batasan tersebut, maka pembangunan ekonomi pada umumnya dapat didefinisikan sebagai suatu proses yang menyebabkan kenaikan pendapatan riil perkapita penduduk suatu Negara dalam jangka panjang yang disertai oleh perbaikan sitem kelembagaan.

Dari definisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pembangunan ekonomi mempunyai unsur-unsur pokok dan sifat sebagai berikut:

  1. Suatu proses yang berarti perubahan yang terjadi secara berkelanjutan
  2. Usaha untuk meningkatkan pendapatan perkapita, dan Peningkatan pendapatan perkapita itu harus terus berlangsung dalam jangka panjang
  3. Perbaikan system kelembagaan disegala bidang (misalnya ekonomi,politik, hukum, sosial dan budaya). 

Pembangunan ekonomi harus dipandang sebagai suatu proses agar pola keterkaitan dan saling mempengaruhi antara faktor-faktor dalam pembangunan ekonomi dapat diamati dan dianalisis. Dengan cara tersebut dapat diketahui runtutan peristiwa yang terjadi dan dampaknya pada peningkatan kegiatan ekonomi dan taraf kesejahteraan masyarakat dari satu tahap pembangunan ketahap pembangunan berikutnya.

Pembangunan ekonomi juga dapat didefinisikan sebagai “suatu rangkaian proses kegiatan yang dilakukan oleh Negara untuk mengembangkan kegiatan atau aktivitas ekonomi untuk meningkatkan taraf hidup/kemakmuran (Incomeperkapita) dalam  jangka panjang”. Kemakmuran itu sendiri ditunjukkan Meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat (Pendapatan Domestik Bruto atau GDP) adanya keseimbangan antara supplay dan demand di pasar.

Pada dasarnya dalam pembangunan ekonomi memiliki dua sifat yaitu yang pertama bersifat deskriptif analitis dan kedua bersifat pilihan kebijakan. Berdasarkan kedua sifat tersebut, Pembangunan sebagai “suatu cabang ilmu ekonomi yang menganalisa masalah-masalah yang dihadapi oleh Negara sedang berkembang dan mencari cara-cara untuk mengatasi masalah-masalah itu agar Negara-negara tersebut dapat membangun ekonomi nya lebih cepat lagi. 

Definisi lain menyebutkan bahwa pembangunan ekonomi adalah suatu proses dimana pendapatan perkapita suatu Negara meningkat selama kurun waktu yang panjang, dengan catatan bahwa jumlah penduduk yang hidup dibawah “garis kemiskinan absolute” tidak meningkat dan distribusi pendapatan tidak semakin timpang.

2.  Nilai dan Tujuan Inti Pembangunan

Terdapat tiga komponen dasar pembangunan yaitu: kecukupan, jati diri dan kebebasan. Ketiga hal ini lah yang merupakan tujuan pokok yang harus digapai oleh setiap orang dan masyarakat melalui pembangunan. Ketiganya berkaitan secara langsung dengan kebutuhan-kebutuhan manusia yang paling mendasar, yang terwujud dalam berbagai manifestasi (bentuk) dalam semua masyarakat dan budaya sepanjang zaman.

a. Kecukupan 

Kecukupan adalah kemampuan masyarakat untuk memenuhi bukan hanya kebutuhan dasar (makanan) melainkan mewakili semua hal yang merupakan kebutuhan dasar manusia secara fisik seperti pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan dan keamanan. Jika satu saja dari sekian banyak kebutuhan  dasar ini  tidak  terpenuhi, maka muncullah kondisi keterbelakangan absolute.

Fungsi dari semua kegiatan ekonomi pada hakikatnya adalah untuk menyediakan sebanyak mungkin perangkat dan bekal guna menghindari kesengsaraan dan ketidak berdayaan yang diakibatkan oleh kekurangan pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan, dan keamanan. Atas dasar itu lah kita menyatakan bahwa keberhasilan pembangunan itu merupakan prasyarat bagi membaik nya kualitas  kehidupan. Tanpa adanya kemajuan ekonomi secara berkesinambungan dan berkeadilan, maka realisasi potensi sumber daya manusia, baik bersifat individu, maupun komunitas masyarakat, tidak mungkin dapat diberdayakan.

Setiap orang harus merasa cukup untuk menikmati kehidupan yang layak, kenaikan pendapatan perkapita, pengentasan kemiskinan absolut, penambahan lapangan kerja, dan pemerataan pendapatan merupakan sasaran dari keberhasilan pembangunan.

b. Jati diri 

Komponen universal yang kedua dari kehidupan yang serba lebih baik adalah dorongan dari diri sendiri untuk maju, untuk menghargai diri sendiri, untuk merasa diri pantas dan layak melakukan atau mengerjakan sesuatu, dan seterusnya. Jati diri (self–esteem) bukan suatu urusan yang kecil. Penyebaran “nilai-nilai modern” yang bersumber dari Negara-negara maju menjadi kejutan dan kebingungan budaya di banyak Negara-negara berkembang. Kontak dengan masyarakat lain yang secara ekonomi dan teknologi lebih maju mengakibatkan definisi dan batasan mengenai baik buruk atau benar salah menjadi kabur karena kesejahteraan nasional muncul sebagai tujuan baru. Kemakmuran materi lambat laun dianggap sebagai suatu ukuran kekayaan yang universal, dan dinobatkan menjadi landasan Penilaian atas segala keberhasilan.

Berkembangnya nilai-nilai baru yang mengagungkan materi telah mengikis jati diri masyarakat di banyak Negara-negara berkembang, tidak terkecuali Indonesia. Banyak Negara yang tiba-tiba saja merasa diri nya kecil atau tidak berarti karena mereka tidak memiliki kemajuan ekonomi dan teknologi maju seperti bangsa-bangsa lain. Yang dianggap hebat adalah mereka yang mempunyai dan menguasai kemajuan ekonomi dan teknologi modern, sehingga masyarakat Negara berkembang berlomba-lomba mengerjarnya, dan tanpadisadari mereka sebenarnya telah kehilangan jati dirinya.

c. Kebebasan (freedom) 

Kemerdekaan atau kebebasan disini diartikan secara luas, yaitu kemampuan untuk berdiri tegak diatas kaki sendiri (otonom) dan demokratis. 

Berdasarkan tiga komponen tersebut diatas paling tidak ada tiga tujuan inti dari pembangunan, yaitu :

  1. Peningkatan ketersediaan dan perluasan distribusi berbagai macam barang kebutuhan hidup yang pokok, seperti pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan, dan perlindungan keamanan.
  2. Peningkatan standar hidup yang tidak hanya berupa peningkatan pendapatan, tetapi juga meliputi penambahan penyediaan lapangan kerja, perbaikan kualitas pendidikan, serta peningkatan perhatian atas nilai-nilai kultural dan kemanusiaan yang tidak hanya untuk memperbaiki kesejahteraan materiil, melainkan juga Menumbuhkan jati diri pribadi dan bangsa yang bersangkutan. 
  3. Perluasan pilihan-pilihan ekonomis dan sosial bagi setiap individu serta bangsa secara keseluruhan, yakni dengan membebaskan mereka dari belitan sikap menghambat dan ketergantungan, bukan hanya terhadap orang atau Negara lain, namun juga terhadap setiap kekuatan yang berpotensi  merendahkan nilai-nilai  kemanusiaan mereka.

Pembangunan dapat diartikan sebagai upaya terencana dan terprogram yang dilakukan secara terus-menerus  oleh suatu Negara untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik dan merupakan proses dinamis untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Proses kegiatan yang dilakukan dalam rangka pengembangan kegiatan ekonomi dan peningkatan taraf hidup masyarakat. Tiap-tiap Negara selalu mengejar dengan yang namanya pembangunan dengan tujuan semua orang turut mengambil bagian. Kemajuan ekonomi adalah suatu komponen esensial dari pembangunan itu, walaupun bukan  satu-satunya.

Hal ini disebabkan pembangunan itu bukanlah semata-mata fenomena ekonomi. Melalui pengertian yang paling mendasar, bahwa pembangunan itu haruslah mencakup masalah-masalah materi dan financial dalam kehidupan. Pembangunan seharusnya diselidiki sebagai suatu proses multi dimensional yang melibatkan reorganisasi dan reorientasi dari semua sistem ekonomi dan sosial. 

Pembangunan ekonomi sering kali di definisikan sebagai suatu proses kenaikan pendapatan riil perkapita dalam jangka waktu yang disertai oleh perbaikan sistem kelembagaan.

3.    Aspek-Aspek Pembangunan

Dalam pembangunan ekonomi ada aspek-aspek pembangunan yang mendukung pembangunan ekonomi dimana aspek-aspek tersebut saling mendukung satu sama lain. 

Aspek-aspek pembangunan ekonomi yaitu

a. Pembangunan Fisik 

Fisik dalam istilah pembangunan meliputi sarana dan prasarana pemerintahan seperti :

  • Jalan
  • Jembatan 
  • Pertanian 
  • Irigasi 

b. Pembangunan Non Fisik 

Didalam pembangunan suatu wilayah bukan hanya program pembangunan bergerak dibidang fisik saja tetapi juga harus bergerak di bidang non fisik atau sosial. Pembangunan non fisik dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat umum. Pembangunan non fisik berkaitan  dengan penggunaan sumber daya manusia itu sendiri. Karena  dengan adanya pembangunan non   fisik   maka   dapat Mendukung Pembangunan fisik.  

Adapun pembangunan non fisik antara lain pembangunan :

  • Pendidikan
  • Kesehatan 
  • Ekonomi 
  • Sosial budaya

4. Pembangunan Sarana dan Prasarana

a. Definisi Sarana dan Prasarana 

Pembangunan infrastruktur mempunyai peranan yang sangat vital dalam pemenuhan hak dasar rakyat.Infrastruktur adalah katalis pembangunan. Ketersediaan infrastruktur dapat memberikan pengaruh pada peningkatan akses masyarakat terhadap sumber daya sehingga meningkatkan akses produktivitas  sumber daya yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan  ekonomi.  

Infrastruktur atau sarana dan prasarana memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan dengan kesejahteraan sosial dan kualitas lingkungan juga terhadap proses pertumbuhan ekonomi suatu wilayah atau region. Hal tersebut dapat ditunjukkan dengan indikasi bahwa wilayah yang memiliki kelengkapan system infrastruktur lebih baik biasanya mempunyai tingkat kesejahteraan sosial dan kualitas lingkungan serta pertumbuhan ekonomi yang lebih baik pula.

Apabila infrastruktur terus dikembangkan akan menjadi salah satu faktor yang memberikan positif bagi pembangunan ekonomi yang dapat  meningkatkan daya saing  ekonomi daerah dalam Perekonomian nasional dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional terhadap perekonomian internasional.  

Pembangunan perkotaan diarahkan untuk mewujudkan pengelolaan kota yang berkualitas, menciptakan kawasan yang layak huni, berkeadilan dan berbudaya dan sebagai wadah bagi peningkatan produktifitas dan kreatifitas masyarakat serta mewujudkan pusat pelayanan sosial-ekonomi dan pemerintah.

b. Kebutuhan Sarana dan Prasarana 

Daerah perkotaan merupakan ruang dimana terdapat konsentrasi penduduk dengan segala kegiatannya yang membutuhkan bangunan sarana dan prasarana perkotaan dengan jumlah dan kualitas yang memadai.

Penyediaan prasarana dan sarana perkotaan diarahkan kepada penyelenggaraan fungsi kota, yang utama adalah pengadaan tempat tinggal, tempat bekerja, system  informasi dan rekreasi. Prasarana perkotaan  meliputi jalan/jembatan, air bersih, penanganan persampahan, sanitasi, ruang parkir, taman kota dan sebagiannya.

Sarana adalah segala jenis peralatan, perlengkapan kerja dan fasilitasyang berfungsi sebagai alat utama/pembantu dalam pelaksanaan pekerjaan, dan juga dalam rangka kepentingan yang sedang berhubungan dengan organisasi kerja.

B.  INFRASTRUKTUR  

1.  Pengertian Infrastruktur

Karakteristik infrastruktur adalah eksternalitas, baik positif maupun negatif dan adanya monopoli alamiah (natural monopoly) yang disebabkan oleh tingginya biaya tetap serta tingkat kepentingannya dalam perekonomian. Selain itu, infrastruktur juga bersifat non ekslusif (tidak ada orang yang dapat dikesampingkan), non rivalry (konsumsi seorang individu tidak mengurangi konsumsi individu yang lainnya) serta umumnya biaya marginal adalah nol. Infrastruktur juga umumnya tidak diperjual belikan (non tradable) (Henner, 2000).

Menurut Macmillan Distionary of Modern Economics (1996), infrastruktur merupakan elemen struktural ekonomi yang memfasilitasi arus barang dan jasa antara pembeli dan penjual. Sedangkan The Routledge Dictionary of Ecomics (1995) memberikan pengertian yang lebih luas yaitu bahwa infrastruktur juga merupakan pelayanan utama dari suatu negara yang membantu kegiatan ekonomi dan kegiatan masyarakat sehingga dapat berlangsung melalui penyediaan transportasi dan fasilitas pendukung lainnya. 

Larimer (1994) menyatakan bahwa infrastruktur merupakan pondasi atau rancangan kerja yang mendasari pelayanan pokok, fasilitas dan institusi dimana bergantung pada pertumbuhan dan pembangunan dari suatu area, komunitas dan sistem.Infrastruktur meliputi variasi yang luas dari jasa, institusi dan fasilitas yang mencakup sistem transportasi dan sarana umum untuk membiayai sistem, hukum dan penegakan hukum pendidikan dan penelitian.

Dalam hubungan infrastruktur dengan pembangunan ekonomi, beberapa ekonom juga memberikan pendapatnya mengenai infrastruktur. Hirchman (1958) mendefinisikan infrastruktur sebagai sesuatu yang sangat di butuhkan. Tanpa infrastruktur, kegiatan produksi pada berbagai sektor kegiatan ekonomi (industri) tidak dapat berfungsi.  Perbedaan antara infrastruktur dasar dan lainnya tidaklah selalu sama dan dapat berubah menurut waktu. Misalnya telepon yang dulunya digolongkan kedalam infrastruktur pelengkap, sekarang digolongkan sebagai infrastruktur dasar.

Infrastruktur merupakan roda penggerak pertumbuhan ekonomi. Dari alokasi pembiayaan publik dan swasta, infrastruktur dipandang sebagai lokomotif pembangunan nasional dan daerah. Secara ekonomi makro ketersediaan dari jasa pelayanan infrastruktur mempengaruhi marginal productivity of private capital, sedangkan dalam konteks ekonomi mikro, ketersediaan jasa pelayanan infrastruktur berpengaruh terhadap pengurangan biaya produksi (Kwik Kian Gie, 2002). 

Infrastruktur juga berpengaruh penting bagi peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan manusia, antara lain dalam peningkatan nilai konsumsi, peningkatan produktivitas tenaga kerja dan akses kepada lapangan kerja, serta peningkatan kemakmuran nyata dan terwujudnya stabilisasi makro ekonomi, yaitu keberlanjutan fiskal, berkembangnya pasar kredit, dan pengaruhnya terhadap pasar tenaga kerja. 

2.    Pembagian Infrastruktur

Berdasarkan pembagiannya, infrastruktur dibagi menjadi tiga bagian:

  1. Infrastrukur keras fisik (physical hard infrastructure) meliputi jalan raya, rel kereta api, bandara, dermaga, pelabuhan, bendungan, dan saluran irigasi.
  2. Infrastruktur keras non fisik (nonphysical hard infrastructure) yang berkaitan dengan fungsi utilitas umum, seperti ketersediaan air bersih berikut dengan pengelolaan air dan jaringan pipa penyaluran; pasokan air; dan pasoka energy mulai dari minyak bumi, biodiesel, dan gas berupa jaringan distribusinya.
  3. Infrastruktur lunak (soft infrastructure) meliputi berbagai nilai (etos kerja), norma (khususnya yang telah dikembangkan dan dokodifikasikan menjadi peraturan hukum dan perundang-undangan), serta kualitas pelayanan umum yang telah disediakan oleh pemerintah

Infrastruktur merupakan penentu kelancaran dan keselerasian pembangunan. Semakin cepat dan besar pembangunan. Semakin cepat dan besar pembangunan ekonomi hendaknya dibarengi dengan infrastuktur yang diperlukan. Pengadaan infrastruktur akan sangat mempengaruhi secara positif perkembangan baerbagai sector ekonomi lainnya. Jika infrastuktur terbatas maka akan membawa dampak negatif karena pemanfaatan potensi dan sumber daya ekonomi menjadi tidak optimal.

C.  PEMBANGUNAN  DALAM EKONOMI ISLAM 

Pada dasarnya tujuan hidup setiap manusia adalah menginginkan kehidupannya di dunia ini dalam keadaan bahagia secara material maupun spiritual dan secara individual maupun sosial. Namun dalam kenyataan keseharian kita kebahagiaan tersebut cukup sulit untuk diraih karena keterbatasan kemampuan kita manusia dalam memahami dan menerjemahkan keinginannya, keterbatasan dalam menyeimbangkan antara spek kehidupan, serta keterbatasan sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk mencapai kebahagiaan tersebut. Dan salah satu aspek kehidupan yang diharapkan dapat membawa manusia ke tujuan hidupnya, di antaranya yaitu masalah ekonomi. Secara umum telah disepakati bahwa stabilitas dalam realisasi tujuan adalah sangat penting bagi kesinambungan dari pembangunan sebuah ekonomi yang sehat.

1. Pengertian Pembangunan Dalam Islam 

Pembangunan dalam Islam  diartikan sebagai  menerima pembangunan asing, barat dan timur yang boleh dimanfaatkan oleh masyarakat  dan menolak apa-apa yang berbahaya berteraskan kepada nilai-nilai hidup Islam. 

Seperti yang telah dijelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 219 yang berbunyi: 


Muhammad Akhir menyatakan definisi pembangunan ialah pembangunan yang berlandaskan kepada orientasi nilai dengan perhatian untuk meningkatkan kebijakan umat Islam dari semua aspek (morak, kebendaan, dan kerohanian) untuk mencapai  kemaslahatan dan kedamaian hidup di dunia dan diakhirat.

Pembangunan dalam islam harus tidak menyalahi sumber islam itu sendiri dan tetap dengan memegang teguh konsep etika bisnis islam  dan semua aspek sosial guna untuk kemaslahatan dunia akherat. Sehingga Definisi pembangunan itu sendiri menjadi mewujudkan kehidupan yang tenteram dan sejahtera kepada manusia, yaitu kehidupan yang memenuhi keperluan rohani dan jasmani manusia.

Pembangunan Islam adalah pembangunan insan manusia sendiri. Pembangunan yang dikatakan Islam adalah pembangunan yang datang nya dari pada kesadaran yang tinggi dari umat nya yang saling bekerja sama dan bukannya datang dari pada satu kelompok yang kecil.

2. Konsep Pembangunan Ekonomi Islam 

 Kewajiban merealisasikan falah, pada dasarnya merupakan tugas economic agents, termasuk pemerintah dan masyarakat. Pembangunan ekonomi dalam Islam bersifat komprehensif dan mengandung unsure spiritual, moral, dan material. Aspek material, moral, ekonomi, sosial spiritual dan fiscal tidak dapat dipisahkan. Kebahagian yang ingin dicapai tidak hanya kebahagian dan kesejahteraan material di dunia, tetapi juga diakhirat. Pandangan hidup Islam di dasarkan pada tiga konsep fundamental, yaitu tauhid,  khilafah dan adil.

 Konsep pembangunan dalam Islam berbeda dengan konsep pembangunan dalam konvensional, dalam Islam pembangunan di lihat sebagai alat, bukan tujuan akhir seperti konsep pembangunan yang dipahami oleh orang-orang barat, tujuan akhir dari pembangunan menurut Islam adalah mencapai falah didunia dan falah diakhirat. Disamping itu, pembangunan konsep konvensional bersifat terpisah-pisah Karena berlaku atau tidak nya konsep pembangunan itu hanya dilihat dari kenaikan income atau kekayaan. 

Konsep pembangunan dalam Islam ialah sebagai berikut: 

  • Pembangunan adalah sebahagian dari pada Islam itu sendiri.
  • Pembangunan dalam Islam adalah keupayaan bersama.
  • Meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
  • Pembangunan haruslah mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat. 

Di dalam Al-Qur‟an sendiri Allah menerangkan tentang pembangunan ini adalah mengenai bagaimana kita membangun desa dalam hal gotong royong dan tolong menolong, yang sangat dianjurkan dalam Islam, karena dengan tolong menolong dan gotong royong maka pekerjaan yang sangat sulit akan dapat terlaksana dengan baik dan dapat dikerjakan dengan mudah. 

Islam memberikan ruang kepada manusia mencapai kesenangan dan kejayaan di dunia, usaha mengejar kemewahan dunia tidak boleh dipisahkan dari aspek akhlak yang bertindak selalu mengawas, demi mengelakkan kerusakan kepada manusia itu sendiri. 

Garis panduan untuk melaksanakan pembangunan dalam Islam: 

a)  Kita tidak boleh melupakan tugas yang telah diwajibkan oleh Allah. 

b) Tidak boleh melupakan kedudukan kita sebagai kholifah Allah dimuka bumi. Segala yang dimiliki adalah hak Allah dan apa yang dimiliki adalah amanah. 

c) Harus menanam nilai-nilai agama dan akhlak. 

d)  Menjadikan Pembangunan sebagai sumber kekuatan dan bukan sebagai sumber kelemahan. 

e)  Memastikan pembangunan tersebut mencapai tujuan  dan matlamat yang berdasarkan hukum-hukum syara‟ dan nilai-nilai akhlak yang tidak menyalah gunakan kuasa. 

3. Tujuan-Tujuan Syariah 

Kebahagian merupakan tujuan utama kehidupan manusia. Manusia akan memperoleh kebahagiaan ketika seluruh kebutuhan dan keinginannya terpenuhi, baik dalam aspek material maupun spiritual, dalam jangka pendek, menengah maupung jangka panjang. Terdapat dua hal pokok yang kita perlukan dalam memahami bagaimana mencapai tujuan hidup, yaitu pertama tujuan untuk mencapai falah dan yang kedua tujuan mashlahah.

a.  Falah 

Secara literal falah adalah kemuliaan dan kemenangan, yaitu kemuliaan dan kemenangan dalam hidup. Menurut islam falah dapat dimaknai sebagai keberuntungan di dunia dan di akhirat. Kesejahteraan ini meliputi kepuasan fisik sebab kedamaian mental dan kebahagiaan hanya dapat dicapai melalui realisasi yang seimbang antara kebutuhan materi dan rohani dari personalitas manusia. Karena itu, memaksimumkan output total semata-mata tidak dapat menjadi tujuan dari sebuah mayarakat muslim. 

Memaksimumkan output, harus dibarengi dengan menjamin usaha-usaha yang ditunjukkan kepada kesehatan rohani yang terletak pada batin manusia, keadilan serta permainan yang fair pada semua peringkat interaksi manusia. Hanya pembangunan yang seperti inilah yang akan selaras dengan tujuan-tujuan syariah (maqasidasy-syariah).  

Sementara itu pemenuhan kebutuhan-kebutuhan spiritual yang menghendaki pembangunan moral, pemuasan kebutuhan materi menghendaki pembangunan umat manusia dan sumber-sumber daya materi dalam suatu pola yang merata sehingga semua kebutuhan umat manusia dapat dipenuhi secara utuh dan terwujud suatu distribusi pendapatan dan kekayaan yang adil. Oleh karena itu pembangunan dengan keadilan dapat dikatakan telah direalisasikan jika doktrin khilafah  telah terwujud dengan memenuhi kebutuhan semua orang, pembagian pendapatan dan kekayaan yang adil, pemberian kesempatan kerja penuh dan perlindungan alam sekitar.

falah mencakup aspek yang lengkap dan menyeluruh bagi kehidupan manusia. Aspek ini secara pokok meliputi spritualitas dan morlitas, ekonomi, sosial dan budaya, serta politik.

b. Mashlahah

Kesejahteraan di dunia dan diakhirat dapat terwujud apabila terpenuhinya kebutuhan hidup manusia atau masyarakat secara seimbang, sehingga akan menyebab kan dampak yang disebut mashlahah. 

Mashlahah adalah segala bentuk keadaan, baik material maupun nonmaterial, yang mampu meningkatkan  kedudukan manusia sebagai makhluk yang paling mulia.

Tujuan utama dar isyari‟at islam yang juga merupakan tujuan ekonomi Islam menurut As-Shaitibi adalah mencapai kesejahteraan manusia yang terletak pada perlindungan terhadap lima ke-mashlahaan, yaitu keimanan, ilmu, kehidupan, harta, dan kelangsungan keturunan.

Untuk mencapai kedua tujuan hidup tersebut,yaitu falah dan terutama mashlahah yang secara otomatis tidak dapat kita lepaskan dengan kegiatan ekonomi kita sehari-hari adalah dengan mewujudkannya dengan jalan menjalankan bentuk ekonomi Islam.

Pembangunan dalam ekonomi dilihat dari sudut pandang nilai-nilai dasar Ekonomi Islam adalah sebagai berikut:  

1)  Keadilan  

Islam mengajarkan agar keadilan dapat dilakukan dalam setiap waktu dan kesempatan. Tegaknya keadilan akan melahirkan konsekwensi logis berupa terciptanya sebuah tatanan masyarakat yang harmonis. Tidak terbatas dalam satu aspek kehidupan, keadilan sejatinya ada dalam aspek yang amat luas, sebut saja misalnya aspek religi, aspek sosial, aspek ekonomi, aspek politik, aspek budaya, aspek hukum dan sebagainya.Sebaliknya, lunturnya prinsip keadilan berakibat pada guncangnya sebuah tatanan sosial (social unrest).

2)    Tanggung Jawab  

Setiap perilaku ekonomi memiliki tanggung jawab untuk berperilaku ekonomi yang benar, amanah dalam mewujudkan kemaslahatan.Tidak terkecuali pemimpin Negara yang bertanggung jawab atas perilaku dirinya, keluarganya, saudara-saudaranya, masyarakatnya dan rakyatnya.

3)    Takaful (Jaminan Sosial)  

Islam telah menugaskan negara untuk menyediakan jaminan sosial  guna memelihara standar hidup seluruh individu dalam masyarakat Islam. Islam membagi kebutuhan dasar (al-hajat al-asasyiah) menjadi dua, pertama kebutuhan dasar individu, yaitu sandang, pangan, papan.Kedua kebutuhan dasar seluruh rakyat (masyarakat), yaitu keamanan, kesehatan dan pendidikan.

Berdasarkan kebutuhan dasar masyarakat (keamanan, kesehatan dan pendidikan), Negara khilafah wajib menyediakannya.Tentang keamanan, jelas sekali menjadi kewajiban Negara yang mendasar.Karena keamanan menjadi salah satu dari dua syarat menjadi sebuah negeri agar memenuhi criteria Darul Islam.
Tentang kesehatan, terdapat banyak dalil yang menunjukkan Negara wajib menyediakannya secara gratis untuk rakyat. Diantaranya hadis Jabir RA yang berkata: 

“Rasulullah SAW telah mengutus seorang dokter (thabib) kepada Ubai bin Ka‟ab. Dokter itu memotong satu urat dari tubuhnya, lalu membakar (mencos) bekas urat itu dengan besi bakar” (HR. Muslim).

D.    STUDI RELEVAN

Annisa Inayatul Aini, analisis pengaruh pembangunan infrastruktur terhadap pembangunan ekonomi kota Bandar lampung tahun 2009-201. 2018. universitas islam negeri raden intan lampung. dari hasil penelitian yang dilakukan, pembangunan dikota Bandar lampung tidak berpengaruh secara signifikan oleh infrastruktur (panjang jalan dan banyaknya mobil angkutan barang dan penumpang). 

Sebagaimana dikemukakan oleh Joni Tamkin bahwa pembangunan ekonomi dalam islam menghendaki adanya kebijakan terutama kebijakan yang bersumber dari sumber daya insani atau manusia itu sendiri sebagai objektif utama dari kebijakan pembangunan.

Zupi Andriyani Sagala. pengaruh pembangunan infrastruktur jalan dan sumber daya alam terhadap kesejahteraan masyarakat dikabupaten labuhan batu utara. 2019. Universitas islam negeri sumatera utara medan. Dari hasil penelitian yang dilakukan bahwa, pembangunanan infrastruktur jalan dan sumber daya alam berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat dikabupaten labuhanbatu utara.

lilya novita. dampak pemekaran desa terhadap pembangunan infrastruktur desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat perspektif ekonomi islam. 2020. Universitas islam negri raden intan lampung. Hasil temuan dilapangan adalah berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatnya kesejahteraan pendapatan, pelayanan kesehatan, dan peningkatan keamanan.

Mega Lestari, Sudadak. Pengaruh pembangunan infrastruktur terhadap pertumbuhan ekonomi dan pemerataan ekonomi Indonesia (studi pada badan pusat statistic tahun 2003-2017). Vol. 70 No. 1 mei 2019. Universitas brawijaya malang. 

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara pembangunan infrastruktur terhadap pertumbuhan ekonomi, tidak terdapatnya pengaruh signifikan antara pembangunan infrastruktur terhadap pemerataan ekonomi, dan terdapat pengaruh signifikan antara pertumbuhan ekonomi terhadap pemerataan ekonomi. 

Luh Putu Putri Awandari, I Gst Bgs Indrajaya. pengaruh infrastruktur, investasi dan pertumbuhan ekonomi terhadap kesejahteraan masyarakat melalui kesempatan kerja. Vol 5 No 12, desember 2016. Hasil analisis menunjukkan bahwa infrastruktur, investasi, dan pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kesempatan kerja. 

cut nanda keusuma, suriani. Pengaruh pembangunan infrastruktur dasar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Vol. 4 No 1 mei 2015. Hasil penelitian ini menunjukkan variabel listrik dan jalan memiliki efek positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi diwilayah tersebut di 26 provinsi di Indonesia. 

Persamaan penelitian ini dengan beberapa penelitian diatas adalah pada aspek yang diteliti, yaitusama-sama membahas tentang pembangunan infrastruktur.Dan terdapat perbedaan pada beberapa infrastuktur yang diteliti.

E.   KERANGKA PEMIKIRAN

Tidak dapat dipungkiri bahwa jalan merupakan salah satu kunci dari tujuan pembangunan ekonomi, hal ini didasari oleh banyaknya prasarana infrastruktur yang selalu bertambah. Bertambahnya infrastruktur ini berarti pertumbuhan ekonomi juga selalu bertambah. Jalan sangat berperan penting dalam proses produksi dan merupakan prakondisi yang sangat diperlukan untuk menarik akumulasi modal awal sektor swasta oleh karena itu, perekonomian harus selalu mampu memproduksi lebih banyak barang dan jasa untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan tersebut. Usaha untuk menciptakan pemerataan ekonomi (economic stability) melalui redistribusi pendapatan (income redistribution) akan lebih mudah dicapai dalam periode pertumbuhan ekonomi.

Penjelasan:

a. Pembangunan infrastuktur disini merupakan pembangunan titik baik perbaikan maupun pelebaran jalan yang dilakukan oleh pemerintah daerah kabupaten tanjab barat guna untuk memudahkan transportasi warga masyarakat, terutama para petani. Dalam penelitian ini hanya menggunakan indikator pembangunan infrastruktur (X) sebagai variabel independen atau bebas (X). kemudian dianalisis dan diuji menggunakan regresi linier sederhana.

b. Keadaan ekonomi biasanya dipakai untuk menggambarkan bagaimana ekonomi suatu individu maupun kelompok, yang sedang mengalami penurunan karena suatu hal tertentu. Dalam hal ini keadaan ekonomi merupakan variabel dependen (Y).

F.    HIPOTESIS PENELITIAN

Hipotesis merupakan dugaan jawaban sementara yang masih perlu diuji kebenarannya melalui data-data yang diperoleh dalam sebuah penelitian. Berdasarkan landasan teori dan kerangka berpikir di atas maka dalam penelitian ini hipotesis yang diujikan dalam penelitian ini adalah pengaruh tingkat sosial ekonomi masyarakat sekitar terhadap pembangunan jalan di desa senyerang, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah :

Ha: terdapat  pengaruh antara variabel infrastruktur terhadap ekonomi masyarakat

Ho: tidak terdapat pengaruh antara variabel infrastruktur terhadap ekonomi masyarakat