Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Madrasah Pada Dinasti Abbasiyah

Pendirian Madrasah Pada Pendidikan Islam Masa Dinasti Abbasiyah

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan rohani yang sangat penting. Hakikat pendidikan menurut para ahli di antara nya adalah memajukan budi pakerti, dimana dengan budi pekerti itu manusia bisa dikatakan baik dan luhur. Dengan ada nya pendidikan manusia akan belajar berkembang dan semakin maju dan semakin baik. Menjadi seorang yang terdidik itu sangat penting. Pendidikan pertama kali yang kita dapatkan di lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Salah satu pendidikan yang teramat penting adalah pendidikan islam yang bernama madrasah.

Pengertian madrasah jika kita lihat dari segi tata bahasa arab merupakan bentuk kata keterangan tempat (doraf makan) dari akar kata darosa. Secara harfiah, kata madrasah adalah sebagai tempat belajar para pelajar, atau tempat untuk memberikan pelajaran. Madrasah mengandung arti tempat atau wahana bagi anak dalam mengenyam proses pembelajaran secara terarah, terpimpin dan terkendali.

Secara teknis, maka madrasah menggambarkan proses pembelajaran secara formal yang tidak berbeda dengan sekolah. Sebagai sekolah agama, karena secara sosiologis masyarakat muslim Indonesia tidak menterjemahkan kata “madrasah” ke dalam bahasa Indonesia, sehingga masyarakat lebih memahaminya sebagai lembaga pendidikan Islam, yakni “tempat untuk belajar agama” atau “tempat untuk memberikan pelajaran agama dan keagamaan”.

Nah untuk itu pada makalah ini saya akan membahas Pendirian Madrasah Pada Pendidikan Islam Masa Dinasti Abbasiyah. Dimana pada awal islam di masa Dinasti Abbasiyah mandrasah telah banyak berdiri dan berkembang.

Adapun beberapa madrasah yang beridiri pada awal islam di masa Dinasti Abbasiyah, yaitu: Madrasah As-Saidiyyah Al-Baihaqiyyah, Madrasah Nizhamiyyah dan lain sebagaimana yang akan dijelaskan pada bab pembahasan

B. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah pada makalah Madrasah Pada Dinasti Abbasiyah ini adalah:

  1. Apa yang dimaksud dengan madrasah?
  2. Sebutkan madrasah yang berdiri pada awal islam dimasa Dinasti Abbasiyah?

C. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan pada makalah Madrasah Pada Dinasti Abbasiyah ini adalah:

  1. Untuk mengetahui apa itu madrasah
  2. Untuk mengetahui madrasah-madrasah yang berdiri pada awal islam dimasa Dinasti Abbasiyah.

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

Pengertian madrasah menurut bahasa dan istilah

Jika kita lihat secara etimologi, kata “madrasah” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sekolah atau perguruan yang biasanya berdasarkan Agama Islam. Sedangkan di dalam Ensiklopedi Islam di Indonesia, kata madrasah adalah kata yang berasal dari bahasa Arab, dari kata dasar “darosa” yang artinya “belajar”

Kata madrasah dilihat dari segi tata bahasa Arab merupakan bentuk kata keterangan tempat (dzaraf makan) dari akar kata darosa. Secara harfiah, kata madrasah adalah sebagai tempat belajar para pelajar, atau tempat untuk memberikan pelajaran. Sedangkan Malik Fadjar berpendapat bahwa kata madrasah yang berasal dari bahasa Arab itu mempunyai konotasi dengan arti “sekolah”, sekalipun bentukan kata “sekolah” bukan murni produk bangsa Indonesia, tetapi dari bahasa asing, yaitu school atau scola. Sebab menurutnya madrasah mengandung arti tempat atau wahana bagi anak dalam mengenyam proses pembelajaran secara terarah, terpimpin dan terkendali. Artinya madrasah adalah tempat pendidikan yang memiliki tujuan, arahan, dan juga pimpinan.

Secara teknis, maka madrasah menggambarkan proses pembelajaran secara formal yang tidak berbeda dengan sekolah lainnya. Hanya saja secara kultural madrasah lebih memiliki konotasi spesifik, karena peserta didik mengalami pembelajaran tentang hal-ihwal agama dan keagamaan. Sebagai kelanjutannya, kata madrasah lebih dikenal sebagai sekolah agama. Sebagai sekolah agama, karena secara sosiologis masyarakat muslim Indonesia tidak menterjemahkan kata “madrasah” ke dalam bahasa Indonesia, sehingga masyarakat lebih memahaminya sebagai lembaga pendidikan Islam, yakni “tempat untuk belajar agama” atau “tempat untuk memberikan pelajaran agama dan keagamaan”.

Adapun beberapa madrasah yang berdiri pada awal islam atau pada masa Dinasti Abbasiyah, yaitu:

1. Madrasah As-Saidiyyah Al-Baihaqiyyah

Pada masa dinasti abbasiyah Madrasah As-Saidiyyah Al-Baihaqiyyah merupakan Madrasah pertama dalam sejarah Islam sebagaimana yang disebutkan Adz-Dzahabi dalam Tarikh-nya yang terletak di Naisabur. Kemudian Amir Nashr bin Sabaktakin, saudara Sultan Mahmud, membangun madrasah lain ketika ia menjadi gubernur Naisabur. Abu Sa'ad Ismail bin Ali bin Al Mutsanna Al-Istarabadzi penceramah Sufi guru Al-Khathib Al-Baghdadi membangun madrasah ketiga di Naisabur dan madrasah keempat di sana juga untuk Syaikh Abu Ishaq Asy-Syairazi.

2. Madrasah Nizhamiyyah

Madrasah Nizhamiyyah merupakan madrasah pertama kali yang terletak di Baghdad, Irak. Madrasah didirikan oleh Perdana Menteri Qawamuddin Nizham Al-Mulk Ath-Thusi Al-Hasan bin Ali (w.485 H/1097 M). Orang yang pertama kali mengajar di sana adalah Syaikh Ali bin Makki Al-Kasyani.

3. Madrasah Az-Zujajiyyah

Madrasah Az-Zujajiyyah merupakan madrasah pertama kali yang terletak di Aleppo. Madrasah ini didirikan oleh Badruddin Abu Ar-Rabi' Sulaiman bin Abdil Jabbar bin Urtuq, penguasa Aleppo (516 H/1122 M).

4. Madrasah As-Salafi

Madrasah As-Salafi adalah madrasah pertama yang dibangun di Mesir (Alexandria). Madrasah ini didirikan oleh Abu Al-Hasan Ali bin As-Sallar yang dijuluki dengan gelar Al-Malik Al-Adil Saifuddin, menteri Azh-Zhafir Al-Ubaidi. la membangun madrasah ini untuk seorang ulama yang bernama Abu Thahir As-Salafi ketika datang ke Alexandria. Ibnu Khallikan mengatakan, "Aku tidak melihat Madrasah Asy-Syafi'iyyah di Alexandria selainnya." Menteri Ridhwan Al Walkhasyi, menteri khalifah Al-Hafizh Lidinillah Al-Fathimi tahun 532 H/1137 M membangun madarasah Al-Aufiyah di Alexandria. Madrasah ini dinisbatkan kepada Ibnu Auf Az-Zuhri, salah satu madrasah tertua di Mesir.

5. Madrasah An-Nashiriyyah

Al-Maqrizi berpendapat bahwa ini merupakan madrasah Sunni yang paling tua di Mesir. Shalahuddin Al-Ayyubi membangunnya pada awal Muharram tahun 566 H/1170 M dan mengkhususkannya kepada para para ahli fikih dari Madzhab Syafi'i.

6. Madrasah Dar Al-Murabithin

Madrasah pertama di Maghrib yang didirikan oleh Wajaj bin Zolo Al-Lamthi, murid Abu Imran Al-Fasi di awal-awal abad kelima Hijriyah. Diantara ulama yang ikut mengajar di sana adalah Abdullah bin Yasin, bapak spiritual Daulah Al Murabithin.

7. Madrasah Al-Hulafaiyyin (Ash-Shaffariyyin)

Madrasah ini terletak di kota Fez, Maroko dan didirikan pada tahun 670 H/1270 M. Ini adalah madrasah yang paling tua di wilayah Maghribi. Kemudian Abu Sa'id membangun Madrasah Al Atharin, Madrasah Al-Baidha', Madrasah Ash-Shihrij, Madrasah Al-Wadi dan Madrasah Mishbah.

8. Madrasah Syama'iyyah

Ini adalah madrasah pertama di Tunis. Nama ini diambil dari pasar Syama'in yang lokasinya ada di sekitar madrasah. Madrasah didirikan oleh Amir Abu Zakariya bin Asy-Syaikh Abu Muhammad Abdul Wahid Al-Hafashi tahun 633 H/1235 M.

9. Madrasah Gharnathah (Granada)

Ini adalah madrasah pertama di Andalusia. Dalam kitab Al-lhathah fi Akhbar Gharnathah disebutkan bahwa Ridhwan yang merupakan pengawal

10. Madrasah Az-Zanjabili

Ini adalah madrasah pertama di wilayah Hijaz yang didirikan tahun 579 H/1183 M. Fikih yang diajarkan di sana adalah fikih Madzhab Hanafi.

Itulah nama-nama madrasah  Pada Dinasti Abbasiyah dan profil singkat sejarah berdirinya, semuanya sudah sangat senior dan melegenda dalam cakrawala literasi keislaman. Betapa mahakarya yang Subhanallah sekali dalam peradaban keislaman, pencetak generasi-generasi spiritual yang berkualitas.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Kata madrasah dilihat dari segi gramatika bahasa Arab merupakan bentuk kata keterangan tempat (dzaraf makan) dari akar kata darasa. Secara harfiah, kata madrasah adalah sebagai tempat belajar para pelajar, atau tempat untuk memberikan pelajaran. Secara teknis, maka madrasah menggambarkan proses pembelajaran secara formal yang tidak berbeda dengan sekolah. Sebagai sekolah agama, karena secara sosiologis masyarakat muslim Indonesia tidak menterjemahkan kata “madrasah” ke dalam bahasa Indonesia, sehingga masyarakat lebih memahaminya sebagai lembaga pendidikan Islam, yakni “tempat untuk belajar agama” atau “tempat untuk memberikan pelajaran agama dan keagamaan”.

Adapun beberapa madrasah yang beridiri pada awal islam di masa Dinasti Abbasiyah, yaitu: Madrasah As-Saidiyyah Al-Baihaqiyyah, Madrasah Nizhamiyyah dan lain sebagaimana yang sudah dijelaskan pada bab pembahasan.

B. Saran

Jadi kita sebagai mahasiswa dan mahasiswi harus lebih rajin lagi untuk membaca buku-buku sejarah ataupun jurnal tentang sejarah. Karena sejarah ini sangat penting untuk kita semua, kita tidak hanya harus mengetahui sejarah zaman sekarang saja tetapi juga zaman dahulu. Jadi kita semua harus belajar supaya mengingat ataupun lebih tepatnya mengetahui awal mula sejarah berdirinya madrasah.

DAFTAR PUSTAKA

Rozanatullah, Haifa Nuha. 2015. Pendidikan Islam Pada Masa Dinasti Abbasiyah: STAI Khusnul Khotimah Kuningan. Amzah