Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Panduan Lengkap Budidaya Ulat Jerman

Ulat jerman saat ini merupakan salah satu bisnis yang saat ini sedang ramai di kerjakan oleh para peternak. Selain memiliki protein yang tinggi ulat jerman juga kaya akan gizi yang sangat cocok untuk pakan hewan ternak anda. Apalagi bagi anda pecinta ikan mahal sejenis ikan arwana dan louhan. Hampir semua ikan predator sangat suka dengan ulat jerman ini. Panduan Lengkap Budidaya Ulat Jerman versi pintu dunia ini kami share dengan harapan semoga bermanfaat bagi anda yang baru pertama kali budidaya ulat jerman. Cara budidaya ulat jerman antara peternak satu dan lain nya terkadang tidak sama, namun secara garis besar nya mirip lah. Intinya apa yang kami share ini adalah apa yang telah kami praktek kan selama budidaya ulat jerman.

Panduan Lengkap Budidaya Ulat Jerman

Agar anda benar benar paham tentang langkah langkah beternak ulat jerman bagi pemula, maka kami akan rilis beberapa tema yang sering menjadi pembahasan dalam budidaya ulat jerman ini. Di antaranya adalah sebagai berikut:

Artikel tentang peternakan lain nya :

  1. cara beternak cacing tanah
  2. cara merawat ayam petelur mulai pertama
  3. langkah-langkah beternak puyuh

 

Mana yang lebih mudah budidaya ulat jerman VS ulat hongkong

Jika di tanya mana yang lebih mudah ternak ulat jerman vs ulat hongkong maka tergantung dari sisi mana anda melihat nya. Bingung? Begini saya jelaskan.

Ulat hongkong sangat mudah dibudidayakan karena untuk membuat indukan tidak perlu repot repot pakai pemisah atau sekat, sedangkan ulat jerman harus pakai pemisah untuk menjadikan nya kepik.

Ulat jerman daya tahan tubuh nya lebih kuat di banding hongkong, sehingga dari segi kematian ulat jerman lebih sedikit bila dibandingkan dengan ulat hongkong

Harga ulat jerman dan ulat hongkong kurang lebih sama, namun lebih mahal ulat hongkong sedikit namun ulat jerman jauh lebih berat dari pada ulat hongkong.

Nah dari hal hal di atas, tentu anda bisa menyimpulkan sendiri Ulat jerman VS hongkong mana yang lebih baik kan? hehehehe

Pangsa pasar ulat jerman

Pangsa pasar ulat jerman di indonesia memang masih cenderung sulit bagi peternak sekala besar yang belum memiliki link penjualan yang kuat. Karena ukuran ulat jerman yang besar maka tidak semua kicau mania melirik akan jenis ulat ini. Para penggemar burung lebih suka dengan ulat hongkong karena ukuran yang kecil dan pas di mulut burung jenis kecil. Saat ini penjualan ulat jerman lebih di dominasi oleh penggemar ikan, termasuk ikan arwana dan ikan louhan. Ulat jerman merupakan makanan ikan yang kaya akan gizi dan protein, bahkan jauh lebih baik 5 kali lipat di bandingkan dengan ulat hongkong.

Persiapan bibit ulat jerman

Bibit ulat jerman dapat anda dapatkan dengan dua cara, yaitu :

1. Membeli bibit ulat jerman yang sudah jadi atau kepik yang siap bertelur

Di forum forum atau di tempat pembiakan ulat jerman pasti banyak memiliki kepik ulat jerman ini. Beli saja jika anda malas membuat kepik sendiri ulat jerman. kepik yang anda beli jika telah siap bertelur akan berwarna hitam seperti gambar di bawah ini. Kepik ulat jerman yang berwarna cokelat menandakan masih mudah, tapi tak berapa lama akan siap bertelur dan berubah warna hitam.

ulat jerman
Kepik ulat jerman siap bertelur

 

Setelah anda beli kepik, maka tinggal siapkan media telor nya yang bisa terbuat dari pur ayam yg kita blender secara lembut di kasih sedikit dedak halus. Media full pur ayam lembut juga tetap bisa. Untuk makanan nya bisa menggunakan irisan pepaya muda atau Labu siam.

2. Cara membuat bibit ulat jerman sendiri

Bagaimana cara membuat bibit atau kepik ulat jerman? Berbeda dengan ulat hongkong yang bisa dicampur dengan ulat nya dalam proses pembuatan kepik, maka ulat jerman harus dipisahkan alias di isolasi.

Jika anda ingin membuat kepik ulat jerman maka anda bisa membeli ulat nya yang sudah berumur 2 sampai 3 bulan, lalu taruh lah pada tempat inkubasi/isolasi. Biasanya menaruh nya dalam wadah plastik bekas air minum secara sendiri sendiri seperti di bawah ini

Budidaya Ulat Jerman
proses dormansi ulat jadi kepik

Setelah beberapa hari kita letak kan dalam bekas air minum, maka dia akan melakukan proses dormansi dan pada akhir nya akan menjadi kepompong putih dan terakhir akan menjadi kepik. 

Yang perlu anda perhatikan adalah, bibit yang kita dormankan, atau di masuk kan dalam botol itu pastikan bibit yang sehat dan besar agar menjadi kepik yang besar juga. 

Dalam proses dorman ini biarkan saja bahkan ketika tampak mati. Tampak mati bukan mati ya? Ini adalah proses dormansi menjadi kepompong. Ingat...ulat yang kita jadi kan kepik hanya di masuk kan dalam botol ya, tanpa makan dan minum.

Setelah menjadi kepompong bisa kita campurkan ke dalam wadah media telur atau taruh nampan dulu. Begitu jadi kepik pertama akan berwarna putih, kemudian cokelat, kemudian berwarna full hitam. Ini lah yang siap bertelur itu.

3. Persiapan media telur kepik

Kepik yang sudah berwarna full hitam ini lah yang akan kita ambil telur nya dan jadi generasi penerus. Media bertelur yang di gunakan adalah pur ayam yang kita blender menjadi halus. 

Jika sudah hasul terus media di tempat nya tau bak atau baskom, Lalu kasih kan irisan pepaya muda 3 atau 4 tempat untuk makan nya. Kisaran ibu jari saja cukup irisan nya. 

Jika sudah siap media plus makanan nya (irisan pepaya) masuk kan kepik hitam nya pada media tersebut sampai kira kira 15 hari atau sampai nampak ada ulat kecil kecil sebesar kawat ram.

Biasa nya pada usia 15 hari sejak di masuk kan, akan sudah tampak ulat ulat kecil nya terutama di bawah makanan pepaya atau labu siam nya. Biasanya kami biarkan kepik berada di sana sampai ulat menjadi sebesar lidi. Karena jika sudah sebesar lidi maka yang kecil pun sudah ada, artinya sudah lapis 3 tahap di sana.

Ingat tiap pagi kasih irisan pepaya mentah atau labu siam. Ini adalah wajib. sehari sekali saja.

Apakah perlu minum? Tidak. Pepaya muda atau labu siam itu sudah cukup sebagai makanan dan minuman bagi kepik dan ulat anak an ataupun ulat dewasa.

Baca juga : Cara merawat ikan arwana

4. Pembesaran bibit ulat jerman

Ketika dalam media pur ayam halus tadi sudah ada ulat nya sebesar lidi, artinya sudah cukup lama kepik dalam media pur tersebut dan sudah ada minimal 4 generasi ulat di dalam pur tersebut yaitu yang sebesar lidi, kemudian sebesar rambut, dan yang masih putih, dan ada yang masih telor. Maka kepik siap di pindah ke media yang baru dan siap bertelor lagi. Mudah bukan?

Intinya jika sudah tampak ulat kecil sebesar lidi pada media pur ayam itu, maka kepik kita pindah kan ke media yang lain, terus begitu seterus nya.

Nah pemesaran ulat kecil pun sama dengan kepik. Cukup kasih makan labu siam atau irisan pepaya muda. Tak perlu kasih minum atau yang lain. Setiap pagi kasih aja secukup nya..maka lama kelamaan dia akan besar sendiri. Setelah praktek anda pasti paham sendiri.

Kepik yang telah di pindah ke media baru terus lakukan sama seperti langkah sebelum nya, dan ketika sudah ada ulat sebesar lidi, pindah ke media yang baru lagi dan begitu seterus nya.

Ketika kepik sudah tua, maka dia akan banyak yang mati satu persatu, maka buat lah lagi induk an kepik lagi seperti langkah awal lagi. mudah bukan?

 

Demikian sharing kita tentang Panduan Lengkap Budidaya Ulat Jerman semoga bermanfaat bagi anda, terimakasih atas kunjungan anda di web pintu dunia.